Ruang Publik

Kasus Narkoba dan Kecelakaan di Bukittinggi Meningkat Selama Tahun 2016

Selama tahun 2016 lalu Polres Bukittinggi melaksanakan operasi terpusat yang pada umumnya berjalan sukses dan lancar, dari hasil rangkuman keseluruhan seluruh target operasi dapat diminta, dapat dimaksimalkan hasilnya melalui kinerja petugas dilapangan.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, operasi terpusat yang dilaksanakan itu mencakup, operasi tumpas bandar dengan Target Operasi atau TO 2 kasus dapat diselesaikan 4 kasus, operasi simpatik dilakukan 649 teguran dan 325 lembar surat tilang, operasi patuh 165 teguran dan dikeluarkan 1.250 lembar surat tilang.

“Sedangkan operasi ketupat dengan hasil situasi kondusif, operasi sikat TO 2 kasus dan terungkap 2 kasus, operasi jaran TO 2 kasus hasil pengungkapan 2 kasus, dan terakhir operasi lilin berjalan dengan aman dan lancar,” jelasnya, dalam press release evaluasi kinerja Polres Bukittinggi tahun 2016, Senin (2/1/2017) siang.

Disamping menggelar operasi terpusat sambung Arly Jembar Jumhana, data kasus yang menonjol selama 2016 tercatat, dua laporan kasus pembunuhan dengan satu kasus dapat diselesaikan, penganiayaan berat terlapor 26 kasus dan yang dapat diselesaikan 16 kasus.

Berikut pencurian dengan pemberatan (Curat) tercatat 136 kasus dapat diselesaikan 29 kasus, pencurian dengan kekerasan (Curas) dari 3 laporan kasus dapat diungkap 6 kasus, pencurian sepeda motor (Curanmor) tercatat 232 kasus dan dapat diselesaikan 22 kasus.

Sementara itu laporan dari Satuan Lalu Lintas selama 2016 lalu terang Arly Jembar Jumhana, tercatat 200 kecelakaan, yang diselesaikan 186 kasus, korban meninggal dunia 46 orang, korban luka berat 43 orang, korban luka ringan 201 orang, dengan kerugian materi Rp. 301.100.000.

“Jumlah kecelakaan itu mengalami peningkatan dari tahun 2015 lalu, dengan catatan 183 kecelakaan, jumlah kasus yang diselesaikan 149, korban meninggal dunia 37 orang, luka berat 30 orang, luka ringan 214 orang, dengan total kerugian Rp. 286.600.000,” jelasnya.

Dari total pelanggaran lalu lintas selama tahun 2016 itu terangkum 10.386 kasus, dengan jumlah denda Rp. 557.220.000, meningkat dari tahun 2015 lalu yang hanya 10.222 jumlah pelanggaran dengan jumlah denda Rp. 472.680.000.

Untuk kasus narkoba ujar Arly Jembar Jumhana, tercatat keseluruhannya 48 kasus dan yang diselesaikan 39 kasus, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Bukittinggi 23 kasus, dan Agam Timur 25 kasus, jumlah tersangka yang diamankan 66 orang, 66 orang laki-laki, dan 4 lainnya perempuan. Sedangkan pada tahun 2015 lalu jumlah kasus narkoba 36 dengan jumlah penyelesaian 32 kasus.

“Jumlah barang bukti kasus narkoba yang tercatat Sabu 26 kasus dengan berat total 127,57 gram, dan jumlah pelakunya 39 orang, sementara itu ganja tercatat 22 kasus dengan berat barang bukti 24.173,54 gram, dan jumlah pelakunya 31 orang,” ujarnya.

Arly Jembar Jumahana menambahkan, pada tahun 2017 ini jajaran Polres Bukittinggi komit meningkatkan kinerja, seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 lalu akan lebih dioptimalkan tentunya dengan bantuan seluruh personil, dan peran serta masyarakat sebagai mitra kepolisian.

“Untuk pengungkapan kasus baik yang menjadi temuan anggota dilapangan maupun laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara maksimal, sehingga terciptanya ketentraman dan ketertiban masyarakat,” tukasnya.

Diakhir keterangannya Kapolres mengimbau pada masyarakat, agar dapat menjalin kerja kemitraan dengan Polres Bukittinggi, dengan berpartisipasi aktif memberikan informasi yang mencurigakan.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top