Ruang Publik

Rangkaian Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, TMSBK Bukittinggi Gelar Lomba Mural

Sebanyak 27 pelukis adu kebolehan saat mengikuti lomba melukis dinding (mural) yang digagas komunitas seni Ladang Rupa yang bekerja sama dengan pihak Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi.

Uniknya, kali ini yang menjadi lahan untuk dilukis adalah dinding tembok sebelah luar TMSBK Bukittinggi yang berada di Jalan Cindua Mato.

Salah seorang panitia dari Ladang Rupa, Hidayatul Azmi, Kamis (29/12/2016) mengungkapkan, selain dalam memeriahkan HJK Bukittinggi  juga dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

“Setiap peserta, diharuskan melukis dua tema yakni Puspa (tumbuhan) dan Satwa (hewan), dan ini sudah ketentuan yang harus diikuti,” jelasnya.

Perlombaan sendiri pada umumnya diikuti oleh mahasiswa dan pelajar. Lomba ini pun memakai sistem cabut lot sehingga peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar dan pegiat seni ini tak bisa sembarangan melukis dinding TMSBK yang punya panjang sekitar 400 meter itu.

“Jadi, panitia yang menentukan gambar sesuai nomor lot yang didapat peserta,” tukasnya.

Perlombaan yang baru pertama kali diadakan ini mendapat antusias dari peserta sendiri. Salah seorang peserta, Jefri mengaku senang dengan iven ini, ia merasa giat tersebut merupakan kesempatan mengekspresikan diri lewat coretan dinding dengan menggambar sebuah objek yang penuh dengan pesan moral.

“Iven ini bagus sekali, selain memperindah tembok, kita bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait agar ikut memperhatikan kehidupan satwa,’’ ujarnya.

Dalam lomba itu, Jefri dipilih untuk menggambarkan satwa endemik Kalimantan yakni Bekantan.

“Ini kesempatan untuk mengenalkan Bekantan yang mulai terancam punah,’’ ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang TMSBK Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi Ikbal mengatakan, omba Mural ini diadakan TMSBK Bukittinggi karena masih kurangnya rasa cinta dan kesadaran masyarakat tentang sumber daya alam Indonesia, maka dari itu perlu disosialisasikan pentingnya kesadaran dan menjaga keanekaragaman hayati di bumi Khatulistiwa ini.

“Lomba Mural ini akan dilakukan pada dinding pagar luar di pendakian wowo, yang saat ini sudah dicoret secara tidak teratur,” jelasnya.

Ikbal menambahkan, peserta Lomba Mural ini tidak diminta pungutan biaya apapun, mereka dapat mengekspresikan diri secara legal, dan karyanya akan menjadi salah satu sarana untuk mendidik masyarakat terutama generasi penerus untuk mencintai keanekaragaman haya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top