Ruang Publik

Hingga Desember 2016, Realisasi PBB Bukittingi Tahun 2016 Belum Penuhi Target

Hingga Desember 2016 ini, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bukittinggi mencapai 95,30 persen.

Artinya, dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 3 Miliar, sudah terealisasi sebesar Rp 2,8 Milliar dari 3 Kecamatan yang ada di Bukittinggi.

Realisasi tersebut terinci untuk Kecamatan Guguk Panjang sebesar Rp 1.341.054.723, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) sebesar Rp 913.654.274, dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) sebesar Rp 606.455.652.

Namun meski realisasi tersebut tergolong besar, dipastikan capaian untuk sampai 100 persen tidak dapat dilaksanakan.

Kabid PBB dan BPHTB Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bukittinggi Tedy Hermawan mengatakan, hingga akhir Desember ini, kita akan terus berupaya untuk menggenjot penerimaan PBB dari wajib pajak, agar realisasi penerimaannya dapat mencapai target.

“Namun demikian, kita belum bisa untuk memastikan apakah realisasi itu bisa tercapai atau tidak mengingat adanya sejumlah kendala terhadap objek pajak di beberapa kelurahan yang ada, kemungkinan besar dengan kendala tersebut tidak akan mencapai 100 persen untuk realisasi target kita,” jelasnya, Kamis (29/12/2016).

Tedy Hermawan menyebutkan, kendala yang terjadi itu disebabkan adanya petugas kolektor yang tidak bisa memungut pajak dibeberapa kelurahan dengan berbagai alasan. Seperti di Kelurahan Tarok Dipo sebanyak 1000 objek pajak, Kelurahan Benteng Pasar Atas sebanyak 250 objek pajak dan Kelurahan Sapiran sebanyak 573 wajib pajak.

Begitu juga di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah (ATTS), dimana Banto Trade Center (BTC) dari tahun 2009  hingga sekarang tidak bisa dipungut PBB-nya, karna pihak BTC belum membayar tunggakannya.

“Dari 2009 hingga saat ini piutang PBB BTC Bukittinggi mencapai Rp 710.741.776. Jumlah tersebut sudah termasuk pokok dan ketetapan denda,” ujarnya.

Menurut Tedy Hermawan, meski ditemui beberapa kendala terhadap pemungutan pajak oleh kolektor, namun kesadaran warga Bukittinggi dalam membayar pajak terbilang cukup tinggi dan sudah semakin baik. Hal ini terlihat dari hasil penerimaan PBB tahun 2015 lalu dengan target yang sama sebesar RP 3 milliar mampu direalisasikan sebesar Rp2,8 milliar atau sekitar 96 persen.

“Kita yakin realisasi penerimaan PPB tahun ini bisa melampui realisasi tahun lalu. Sebab hingga periode minggu pertama Desember, realisasi penerimaannya telah mencapai 95,30 parsen atau sekitar 2,8 Milliar,” tukasnya

Tedy Hermawan menambahkan, total wajib pajak Kota Bukittinggi sebanyak 28.512 wajib pajak, dengan kolektor penagihan sebanyak 46 kolektor dari 24 kelurahan pada tiga kecamatan. Kolektor ini bertugas untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB kepada wajib pajak, melakukan penagihan dan menghimpun permasalahan PBB di kelurahan.

Selain itu ulasnya, terhitung 21 November kemarin pembayaran PBB untuk Kota Bukittinggi telah bisa dilakukan lewat ATM Bank Nagari. Dan Bukittinggi merupakan daerah  ketiga yang melakukan pembayaran PBB via ATM tersebut sesudah Padang dan Tanah Datar.(Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top