Ruang Publik

Polres Bukittinggi Tidak Temukan Aksi Sweeping Saat Perayaan Natal

Menindaklanjuti instruksi Kapolri terkait adanya isu sweeping atau pembersihan paksa, yang dikhawatirkan meresahkan masyarakat, pada momen natal ini, Polres Bukittinggi tingkatkan kewaspadaan melalui pengamanan di lapangan.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, mengatakan, pengamanan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan dan keamanan pada umat nasrani yang akan merayakan natal pada dua Gereja yakni Gereja Katolik Santo Petrus Claver dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

“Sebanyak 24 personil dari Polres Bukittinggi diturunkan ke lapangan, dibantu 10 personil dari Satuan Brimob Polda Sumatera Barat, petugas ini akan mengamankan kedua Gereja selama tiga hari mulai Sabtu 24 Desember 2016 kemarin, hingga Senin 26 Desember 2016 besok,” jelasnya, Minggu (25/12/2016).

Menurut Arly Jembar Jumhana, kegiatan pengamanan Gereja ini merupakan salah satu agenda dari operasi lilin 2016 pengamanan natal dan tahun baru, yang dimulai pada 23 Desember hingga 2 Januari 2017.

“Polres Bukittinggi komit menciptakan suasana yang kondusif antar umat beragama, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka dari itu dilakukan pengamanan di dua Gereja yang merupakan rumah ibadah bagi umat nasrani,” ujarnya.

Arly Jembar Jumhana, hingga hari ini tidak ditemukan aksi sweeping yang dikhawatirkan, kepada masyarakat diminta agar tetap menjaga dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam upaya menciptakan ketertiban dan keamanan, serta menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Keamanan dan ketertiban itu yang ciptakan masyarakat sendiri. Bila ada yang dirasa tidak sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku, jangan ambil tindakan sendiri. Silakan berkomunikasi dan koordinasi dengan pihak berwenang,” tukasnya.

Menurut Arly Jembar Jumhana, isu aksi sweeping atau pembersihan paksa yang dilakukan organisasi masyarakat (ormas) tertentu yang dapat berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat terutama saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.

“Tidak ada yang namanya sweeping, apabila kedapatan oleh petugas dilapangan akan ditindak tegas sesuai arahan Kapolri karena itu mengganggu kenyamanan masyarakat,” tuturnya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top