Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Siap Operasikan Cash Register di Sejumlah Rumah Makan

Kabar gembira bagi pecinta nasi Padang. Apalagi bagi pengunjung yang gemar makan nasi di Rumah Makan yang ada di Kota Bukittinggi.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bukittinggi Deded Krisnaldi mengatakan, masyarakat dan para pengunjung yang datang ke kota jam gadang tidak perlu lagi takut kena “Pakuak” (dikenakan Bayaran mahal) apabila ingin makan di Rumah Makan, karena pada tahun 2017, Pemerintah Kota Bukittinggi, akan mengoperasikan mesin cash register online di sejumlah rumah makan.

“Untuk tahap awal kita akan berlakukan sistem ini di 15 Rumah Makan yang ada. dimana kategori Rumah Makan yang akan menggunakan sistem itu adalah Rumah Makan yang penghasilannya diatas Rp 6 juta perbulan,” ujarnya, Rabu (21/12/2016).

Deded Krisnaldi menambahkan, langkah yang diterapkan ini semata untuk mengoptimalkan pencapaian pajak kota Bukittinggi.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana transfer dari pusat saja, oleh sebab itu kita harus mengoptimalkan pajak daerah,” jelas Deded Krisnaldi.

Menurutnya, dengan memasang mesin register di rumah makan itu maka setiap data transaksi akan langsung masuk ke DPKAD, sehingga dapat menghindari kebocoran pajak yang selama ini terjadi.

“Selama ini kan memang belum transparan, tarif yang diberlakukan di setiap rumah makan juga berbeda-beda. Kita cuma diberi bil yang tulisan harganya saja kan. Untuk itu, secara institusi kami berkewajiban melakukan penertiban dan pengawasan terhadap penerimaan pajak,” tukasnya

Deded Krisnaldi menjelaskan, penerapan sistem tersebut telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2012 tentang pajak restauran dan rumah makan, dimana pemberlakuan pajak hanya diberikan pada usaha dengan omset di atas Rp 6 juta per bulan.

Dari data yang tercatat oleh petugas pajak dan penghasilan DPKAD Bukittinggi, hingga 15 Desember 2016, 62 restauran dan rumah makan yang telah terdaftar baru menyumbang pemasukan daerah dengan realisasi pajak 64,23% atau sebesar Rp 4,08 miliar dari target Rp 6,35 Miliyar.

“Untuk Realisasi pajak Rumah Makan memang masih rendah, karena kurangnya pemahaman akan kewajiban pajak. Karena tidak memungkinkan akan mencapai target maka dari itu kita akan mengoperasikan mesin cash register online pada tahun depan,” terangnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top