Ruang Publik

Kurangi Resiko Bencana, Pemko Bukittinggi Bentuk Kampung Siaga Bencana

Untuk mengurangi resiko saat terjadinya bencana, Pemerintah Kota Bukittinggi komit memaksimalkan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar membentuk kampung siaga bencana pada 24 kelurahan.

Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias mengatakan, untuk tahap awal di tahun 2016 ini, telah diresmikan kampung siaga bencana di Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh sebagai percontohan, karena sebagian wilayahnya masuk zona merah atau rawan longsor terutama yang berada di pinggir Ngarai Sianok.

“Masyarakat yang telah ditunjuk menjadi bagian dari kampung siaga bencana ini diharuskan mengikuti pelatihan yang diadakan BPBD, sehingga mereka siap siaga dalam segala bentuk bencana, baik itu kebakaran, banjir, maupun longsor,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Menurut M. Ramlan Nurmatias, untuk pelatihan anggota kampung siaga bencana ini telah disediakan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang dilaksanakan secara bertahap, dengan target kedepan seluruh keluruhan akan memiliki kelompok yang siap meringankan beban masyarakat yang terimbas bencana.

“Lima kelurahan rawan di Bukittinggi masuk kategori rawan longsor, diantaranya Kelurahan Kayu Kubu, Bukik Cangang Kayu Ramang, Belakang Balok, Birugo, dan Kelurahan Puhun Pintu Kabun, karena banyak masyarakat yang berdomisili didekat bibir jurang, maka dari itu diminta kepada warga untuk tetap waspada,” tukas Walikota.

Ramlan Nurmatias mengaku memang Bukittinggi merupakan daerah yang rawan berencana, karena sebagian wilayahnya berada di zona merah, maka dari itu kita harus tetap siaga akan bencana yang datang tanpa disadari.(Dipra)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top