Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Keluarkan Himbauan Umat Muslim Dilarang Pakai Atribut Natal

Pemerintah Kota Bukittinggi telah mengeluarkan himbauan tentang larangan pemakaian atribut natal bagi karyawan muslim yang bekerja di bidang perhotelan, perbankan, mall, restoran, dan perkantoran.

Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, Selasa (19/12/2016), mengaku telah menandatangani himbauan itu, memerintahkan pimpinan hotel, restoran, BUMN, dan BUMD, agar melarang karyawan muslim nya memakai pakaian dan atribut saat perayaan natal.

“Himbauan itu belum diedarkan, namun bagi pihak yang melanggar akan ditindak tegas, karena aturan ini telah disepakati, dengan segala bentuk ketetapan yang berlaku,” tukasnya.

Ramlan Nurmatias menambahkan, pihak pelanggar akan ditegur dan dipanggil jika tidak mengindahkan himbauan ini.

“Jangan paksakan karyawan yang umat islam untuk memakai baju dan atribut natal. Pemko Bukittinggi tetap menjaga kerukunan antar umat terbangun dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu ketua MUI Bukittinggi Aidil Alfin mengatakan, larangan memakai atribut natal itu juga sudah menjadi fatwa dari MUI.

”Dasarnya adalah sebuah hadis yang menyatakan; barang siapa yg menyerupai satu golongan, ia termasuk golongan itu. Sebenarnya bukan maksud anti toleransi justru disitu letak toleransi itu. Tidak memaksakan Diri dan orang lain untuk memakai atribut yang tidak sesuai dengan kepercayaan,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top