Ruang Publik

Sejarah Penetapan Hari Bela Negara Berawal dari Bukittinggi Sebagai Ibu Kota NKRI

Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia pada masa penjajahan, tidak terlepas dari peran Bukittinggi yang pernah menjadi ibu kota negara sementara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Pada masa itu PDRI dibentuk oleh rakyat yang dipelopori M. Sjafruddin Prawiranegara dalam rangka mengisi kekosongan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setelah Presiden, Wakil Presiden, dan sejumlah Mentri ditawan oleh Belanda.

Demikian disampaikan Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, usai upacara memperingati Hari Bela Negara ke 68 Senin (19/12/2016) pagi, yang berpusat di Lapangan Wirabraja, Kodim 03/04 Agam, Jalan Sudirman Bukittinggi.

Menurut Wali Kota, dalam kondisi kritis di masa itu, para pemimpin bangsa mengambil satu keputusan memberikan mandat untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat, yang berpusat di Kota Bukittinggi.

“Jika PDRI tidak ada, mungkin dapat dikatakan republik indonesia akan lenyap dari peta politik dunia dan tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahkan penjajah belanda pada masa itu dengan leluasa mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia telah bubar, karena pemimpinnya ditawan, dan daera-daerah jatuh ke tangan Belanda,” jelasnya.

Dengan inisiatif politik dan penuh rasa tanggung jawab sambung M. Ramlan Nurmatias, M. Sjafruddin Prawiranegara mengadakan rapat membentuk PDRI pada 19 Desember 1948, dan sekarang hari bersejarah itu telah ditetapkan sebagai Hari Bela Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui keputusan Presiden nomor 28 tahun 2006.

“Sebagai generasi penerus harus berperan dalam mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Kota Bukittinggi menyikapi nya dengan meningkatkan kinerja dan pengabdian pada negara, dan pada peringatan hari bela negara yang sudah memasuki tahun ke 10 ini, generasi muda juga diminta untuk meningkatkan peran memaknai perjuangan bangsa Indonesia, dengan melakukan inovasi, tidak hanya jadi penonton, dan siap mengabdi pada negara,” terangnya.(Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top