Ruang Publik

Pasca Longsor, Jalur Bukittinggi-Pasaman Sudah Dapat Dilalui Kendaraan

Pasca longsor yang terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Bukittinggi dan Pasaman di wilayah Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, pada Rabu (7/12/2016) dini hari, arus lalu lintas sudah dapat dilalui kendaraan.

Camat Palupuah Herizon ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengatakan, proses pembersihan masih dilakukan dengan bantuan satu unit alat berat dan jalur tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan sejak pukul 10.00 WIB.

“Longsor terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dini hari tadi di Jorong Muaro, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh dengan material longsor menutupi jalan sepanjang 25 meter,” ujarnya.

Sebelumnya terang Herizon arus lalu lintas memang sempat terputus, sekarang sudah bisa dilewati namun di titik longsor kendaraan tidak dapat lewat berpapasan sehingga dari ke dua arah harus lewat secara bergantian.

“Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu karena lokasi longsor berada jauh dari permukiman penduduk dan terjadi saat jalur dalam keadaan sepi,” tukasnya.

Herizon menambahkan, Kecamatan Palupuh merupakan salah satu kecamatan rawan bencana longsor, maka dari itu pihak Kecamatan berkoordinasi dengan pihak Polsek Palupuh dan Danramil untuk berjaga-jaga mengingat hujan yang turun setiap hari.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan kerugian akibat bencana tanah longsor yang melanda lima kecamatan di daerah itu mencapai Rp825 juta.

Kepala BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Agam langsung turun melakukan pendataan, termasuk kerugian yang dialami warga di lima kecamatan yang terkena longsor.

“Sejak Sabtu (3/12) hingga Senin(5/12) di wilayah Kecamatan Palupuh diperkirakan kerugian akibat longsor mencapai Rp50 juta akibat jalan rusak tertimbun material longsor,” sebutnya.

Bambang Warsito mengimbau warga di lima kecamatan rawan longsor di Agam yaitu Kecamatan Malalak, Ampek Koto, Palupuh, Tanjung Raya dan Palembayan agar waspada dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan BPBD, Dinas Pekerja Umum dan lainnya apabila terjadi bencana.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top