Ruang Publik

Evaluasi Operasi Zebra 2016, Satlantas Polres Bukittinggi Keluarkan 1.175 Lembar Surat Tilang

Selama berlangsungnya Operasi Zebra dari tanggal 16 hingga berakhir 29 November 2016 kemarin, Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi menilang 1.175 unit kendaraan bermotor, teguran 300, laka lantas 1 kali, terdata luka ringan 2 orang, dengan kerugian materil Rp. 15 juta.

Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Aris Cai Dwi Susanto menjelaskan, dari 1.175 surat tilang yang dikeluarkan itu, 541 pelanggar lalu lintas tidak menggunakan SIM, 435 tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan 199 kendaraan roda dua yang tidak memenuhi ketentuan.

“Pengendara yang ditilang pada umumnya pengguna sepeda motor dengan pelanggaran secara kasat mata, seperti tidak menggunakan helm standar, kaca spion, pengendara tidak membawa SIM, dan STNK, serta 80 persen diantara pelanggar itu merupakan pelajar dan mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Aris Cai Dwi Susanto, razia kendaraan pada operasi zebra ini dengan sistem hunting, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang sudah tertib, dan pelanggaran paling banyak ditemukan di sekitar kawasan Aur Kuning, Jam Gadang, dan Pasar Banto.

“Seratus personil diturunkan di jalan raya selama 14 hari jadwal Operasi Zebra 2016, sesuai shift yang disusun, dan mereka ditugaskan untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan pengendara, dengan cara tilang ditempat,” ujarnya.

Operasi Zebra yang dilaksanakan secara serentak pada seluruh jajaran satuan lalu lintas se indonesia ini sambung Aris Cai Dwi Susanto, bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengajak masyarakat tertib berlalu lintas, serta mengantisipasi maraknya pencurian sepeda motor.

Aris Cai Dwi Susanto menambahkan, kendaraan yang ditiliang pemiliknya mengikuti sidang di kantor Pengadilan Negeri, yang digelar setiap hari kamis, sementara bagi pengendara sepeda motor yang tidak mengikuti sidang, barang bukti kendaraannya diserahkan ke kejaksanaan negeri, dan mereka wajib melunasi berapa tilang yang ditetapkan.

Sementara itu Kaur Bin Ops Satlantas Polres Bukittinggi IPDA Dedi Kurnia, 1.175 jumlah surat tilang yang dikeluarkan pada Operasi Zebra 2016 ini mengalami peningkatan pada kegiatan yang sama tahun 2015 lalu yakni sebanyak 993 lembar surat tilang, hal ini menandakan masyarakat di Kota Bukittinggi masih banyak melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Sementara itu dilihat dari jumlah teguran mengalami penurunan, pada tahun 2015 tercatat 338 teguran, sementara di tahun 2016 turun menjadi 300 teguran,” tukasnya.

Sedangkan dilihat dari angka kecelakaan lalu lintas ujar Dedi Kurnia, jauh mengalami penurunan, karena pada tahun 2015 lalu terjadi sembilan kecelakaan dengan empat orang luka berat dan sembilan orang luka ringan, dengan kerugian materi RP. 36 juta. Sedangkan pada tahun 2016 ini hanya tercatat satu peristiwa kecelakaan, dengan dua korban luka ringan, dan kerugian material Rp. 15 juta.

Secara umum target Operasi Zebra yang dilaksanakan di Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi pada tahun 2016 ini tercapai, karena terjadinya penurunan drastis dari angka kecelakaan, namun dari segi pelanggaran mengalami peningkatan, dan hal itu menandakan masih perlunya ditingkatkan sosialisasi pada masyarakat tentang aturan dan tata tertib berlalu lintas.(Dipra)

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top