Ruang Publik

Aksi Demo Bela Islam di Bukittinggi Berjalan Tertib

Terkait belum ditangkapnya tersangka dugaan kasus penistaan agama yang menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta, menjadi perhatian serius bagi seluruh umat muslim di Indonesia, termasuk halnya di Kota Bukittinggi.

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya sekitar seribuan masa Forum Umat Islam Bukittinggi bela Al-Qur’an dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (23/11/2016) yang melaksanakan demo aksi damai, agar tuntutan umat muslim segera direalisasikan Kepolisian Republik Indonesia.

Pantauan dilapangan, aksi demo damai ini mendapat pengawalan ketat dari  Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi dan Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, sehingga  berjalan aman dan tertib, dimulai dengan melakukan longmarch di depan Masjid Nurul Haq Kampung Cina, melewati Jam Gadang, hingga puncak aksinya di depan Balaikota lama, Jalan Sudirman.

Penanggung Jawab demo aksi damai David Kasidi mengatakan, aksi itu dilakukan dalam pengawasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, dalam proses hukum yang bersangkutan sudah ditetapkan menjadi tersangka, namun hingga sekarang belum ditahan.

“Tuntutan kita kali ini adalah agar pihak kepolisian langsung menangkap si tersangka, kemudian lakukan hukuman yang berkeadilan atas dugaan kasus penistaan agama, stop kriminalisasi aktivis mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia,” ujarnya.

David Kasidi menambahkan, permintaan lainnya menuntut Amandemen UUD 1945 pasal 6 tentang Presiden dan Wakil Presiden adalah warga Negara Indonesia Asli, serta menuntut pihak Imigrasi di seluruh Indonesia untuk menuntaskan kasus Warga Negara Asing yang memiliki KTP NKRI, sementara tidak mampu berbahasa Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Lapangan demo aksi damai Rio Andika menjelaskan, jika permintaan yang disampaikan tersebut masih terkesan didiamkan oleh pihak terkait, pihaknya mengatakan akan melakukan aksi kembali dengan masa lebih banyak.

“Memang proses hukum sudah berjalan, namun sejauh ini masih dalam penetapan tersangka. Nah, genarasi muda umat islam harus ikut berperan serta memantau mengawal dan menyuarakannya. Ini juga menjadi catatan bagi kami generasi muda jika aparat kita bekerja berdasarkan opini masyarakat,” tukasnya.

Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi mengatakan, tuntutan demo aksi damai ini akan disampaikan langsung kepada pimpinan, dan hingga sekarang Mabes Polri juga terus melakukan penyelidikan kasus dimaksud.

“Aksi ini merupakan motivasi dari teman-teman dari masa demo ini, kita tentu sama-sama berharap agar Bareskrim menuntaskan kasus ini dengan tuntas dan adil,” tegasnya.

Tri Wahyudi menambahkan, demo aksi damai itu mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Bukittinggi dengan menurunkan 300 personil, ditambah 60 personil dari Kodim 03/04 Agam ditambah Satuan Polisi Militer (SPM).

Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias mengapresiasi aksi kali ini, terutama dalam penyampaiannya berlangsung dengan sopan, tidak anarkis dan menyinggung Suku, Adat, Ras dan Agama (SARA), sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ini membuktikan bahwa warga Kota Bukittinggi mengawal kasus ini dengan teliti, pintar dan kritikus, kasus ini kan soal tuntutan dugaan kasus penistaan agama, bukan soal SARA. Intinya dalam tuntutan ini masyarakat meminta agar kasus tersebut dapat segera diselesaikan,” tukas Wali Kota.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top