Ruang Publik

Program P3A yang Dijalankan Pemko Bukittinggi Mendapat Apresiasi dari Kementrian

Komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam melakukan program Pemberdayaan Perempuan dan PerlindunganAnak (P3A), mendapatkan apresiasi dari Staf khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Fernandes Hutagalung.

 

Pasalnya, hal tersebut terlihat dari program dan kegiatan Pemerintah Kota yang selalu memperhatikan keterlibatan kaum perempuan dan kelayakan terhadap anak. Demikian disampaikan Fernandes pada Forum Analisis Kebijakan Staf Khusus Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

Menurutnya, hal itu harus dimiliki oleh seluruh kepala daerah, sehingga tidak ada lagi kota atau daerah di Indonesia yang tidak layak anak atau mendiskriminasikan kaum perempuan.

 

“Jika kepala daerah telah komit maka saya yakin dua hal itu juga akan tergambar dalam kebijakan, program, kegiatan dan capaian pemerintah daerah,”  ungkapnya.

 

Sementara itu Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias mengungkapkan, ada beberapa langkah nyata Pemko Bukittinggi dalam melakukan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Diantaranya dengan adanya sekolah layak anak, Puskesmas layak anak, tersedianya ruang laktasi di kantor pemerintah, penyediaan taman kota atau ruang terbuka hijau di setiap kelurahan dan mengefektifkan kegiatan PIK R di sekolah-sekolah.

 

“Kita tidak menginginkan di Kota Bukittinggi yang telah mendapatkan Anugrah Prahita Ekapraya dari pemerintah pusat terjadi kasus-kasus penelantaran atau pelechan seksual anak. Untuk itu kita berharap kepada seluruh stake hoder kota terutama di lingkungan sekolah dan bermain anak untuk tetap melakukan pengawasan dan penjagaan terhadap-kemungkinan-kemungkinan terjadinya kasus serupa,” ujar Walikota.

 

Menurut Ramlan Nurmatias, adat istiadat di ranah minang ini telah menempatkan perempuan dan anak pada posisi yang terhormat dan terjaga. Dimana budaya matriakat memposisikan perempuan sebagai bundo kanduang yang memiliki peran strategis dalam kehidupan rumah tangga oleh kedua orang tuanya, namun ia juga dijaga dan didik oleh seorang mamak yaitu saudara laki-laki dari ibunya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top