Ruang Publik

Revitalisasi TMSBK Bukittinggi Terancam Gagal

Proses rencana revitalisasi Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) Bukittinggi yang direncanakan akan dimulai pada petengahan tahun ini ternyata molor. Parahnya, revitalisasi yang digadang-gadangkan dari biaya pusat tersebut terancam gagal. Bahkan hingga saat ini masih belum diketahui titik terang bantuan dari pusat tersebut akan turun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bukittinggi Melfi Abra membenarkan hal tersebut, dirinya mengungkapkan jika hingga saat ini pihaknya masih belum menerima kepastian kapan bantuan tersebut bakal turun.

“Dulu rencananya dana bantuan untuk revitalisasi TMSBK tersebut minimal direncanakan sebanyak Rp 105 Milyar dari pusat dan akan di kerjakan oleh pihak Southeast Asian Zoo Association (Seaza), dan dalam beberapa kali rapat yang kita adakan bersama Seaza pada tahun lalu, rencana pembangunan tersebut akan dimulai pada Juli tahun ini. namun hingga saat ini masih belum terealisasi,” sebut Melfi.

Dalam rencananya sendiri sebut Melfi, dahulu Revitalisasi TMSBK direncanakan bersamaan dengan revitalisasi Kebun Binatang yang ada di Solo, kedua kebun binatang ini mendapatkan bantuan dari presiden RI Joko Widodo dan akan dileading sektori oleh Seaza.

“Dalam ancang-ancangnya dahulu, pertama kali yang akan dikerjakan adalah kebun binatang yang ada di Solo. Dalam rencana itu juga, jika proses revitalisasi kebun Binatang Solo sudah setengah pengerjaan, maka giliran TMSBK Bukittinggi yang akan mendapat giliran,” terang Melfi.

Dengan adanya rencana Revitalisasi TMSBK tersebut menurut Melfi, untuk tahun 2016 ini terpaksa anggaran dalam APBD 2016 biaya perbaikan infrastruktur penunjang tidak dimasukan, karena ditakutkan akan biaya yang mubazir.

“Dari pada mubazir makanya tahun ini tidak dimasukan dalam APBD, tetapi melihat kondisi ini, kemarin ini biaya perbaikan Wc dan perbaikan kandang satwa serta biaya pemeliharaan terpaksa kita ajukan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK), langkah itu diambil karena situasional yang tidak pasti,” jelas Melfi.

Namun, menurut Melfi, saat ini pihak Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi tengah berusaha menanyakan kepastian tersebut kepusat. “Kita masih dalam proses menunggu kepastian, jadi yang bisa kita lakukan saat ini hanya menunggu,” jelasnya.

Melfi Abra menjelaskan, dalam tahapan rencana revitalisasi sendiri, pihak Seaza telah menyelsaikan grand design TMSBK.

“Nah, setelah grand design selesai kita kan menunggu Detail Engineering Design (DED) nya. Setelah itu baru tahap pengerjaan. Jadi bantuan ini bukan berupa uang tunai, namun semacam program,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi Rusdy Nurman juga membenarkan jika saat ini pihak Pemko Bukittinggi hanya terpaksa menunggu keputusan dari pusat.

“Memang informasi yang kita dapatkan seperti itu, jadi semua ini masih menunggu dari pusat, kita tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu,” jelas Rusdy.

Rusdy juga membenarkan untuk saat ini biaya perawatan dan perbaikan infratruktur TMSBK diajukan pada DAK. Dari pada semua terbengkalai dan tidak jelas, lebih bagus kita ambil langkah ini.

“Pengajuan biaya anggaran TMSBK sambung Rusdy, nantinya akan diajukan dalam APBD 2017 mendatang.

“Jika pada tahun itu bantuan tersebut turun dari pusat, biaya dari APDB ini kan bisa di cancel, jadi tidak ada masalah,” tukasnya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top