Ruang Publik

Seiring Naiknya Harga Cabe Merah, Wako Bukittinggi Dorong Masyarakat dan ASN Bertanam Cabe di Pekarangan

Tingginya permintaan masyarakat Kota Bukittinggi terhadap cabe merah, dan seiring dengan naiknya harga hingga Rp. 90.000 lebih perkilogramnya, menjadi persoalan baru yang dihadapi konsumen.

Mengantisipasi hal itu Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias mendorong masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabe merah.

“Untuk mengatasi tingginya permintaan dan kenaikan harga cabe merah, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat setempat didorong untuk memanfaatkan pekarangan menanam komoditas yang menjadi konsumsi pokok itu,” ujarnya, Jum’at (4/11/2016).

Tidak hanya cabe ujar Walikota, diharapkan juga pada ASN dan masyarakat agar menanam komoditas lain terutama untuk bahan makanan seperti sayur-sayuran agar bila membutuhkan, tinggal ambil dari pekarangan.

“Terutama bagi ASN daerah itu, sudah diwajibkan melaksanakan anjuran tersebut. Kapan perlu saya akan periksa langsung ke rumah ASN. Mereka harus mendorong dan menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggal,” ujarnya.

Di samping memberikan imbauan pada masyarakat, untuk menanggulangi tingginya kebutuhan cabai merah, M. Ramlan Nurmatias juga menugaskan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, untuk berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota lain terkait kebutuhan daerah terhadap komoditas cabe merah.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Setda Bukittinggi, Linda Faroza mengatakan, cabe merah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehingga jadi pemicu utama inflasi di daerah itu.

“Bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kami sudah menyusun langkah untuk mengendalikan harga bahan kebutuhan seperti survei harga, pengadaan pasar murah, membentuk rencana kerja antar daerah dan pengaturan pola tanam dan mengawal distribusi,” jelasnya.

Menurut Linda Faroza, yang terpenting masyarakat harus menerapkan kebiasaan hidup hemat dengan membeli barang sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Pada kesempatan lain Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bukittinggi Faizal menyebutkan, Kota Bukittinggi mengalami inflasi 0,37 persen pada Oktober 2016 dan penyumbang terbesar inflasi masih berasal dari kelompok bahan makanan.

“Selama Oktober 2016, komoditas dengan kenaikan harga terbesar cabai merah, beras, jeruk, tomat sayur, petai dan lainnya,” sebutnya.

Faizal menambahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi perlu mengendalikan harga kebutuhan yang memiliki bobot tinggi dalam perhitungan inflasi.

“Inflasi dapat berdampak pada pembangunan, daya beli masyarakat hingga anggaran. Perlu perhatian terkait harga, distribusi dan pasokan di pasar terutama untuk komoditas cabai merah, beras, bawang merah, telur, daging ayam dan daging sapi,” ujarnya.(Dipra)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top