Ruang Publik

Peraturan Walikota Bukittinggi Tentang Pramuwisata Telah Disiapkan Disbudpar  

 Pemerintah Kota Bukittinggi melalui dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) baru-baru ini telah mengadakan hearing (dengar pendapat) dengan pra guide (pramuwisata) se Kota Bukittinggi.

Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi, Selasa (1/11/2016), pertemuan penuh kekeluargaan itu mengenalkan draf rancangan Peraturan Walikota Bukittinggi tentang pramuwisata yanmg telah disiapkan Disbudpar.

“Pramuwisata dituntut memiliki pandangan sama terhadap Bukittinggi dalam menyampaikan informasi kepada wisatawan, baik  asing maupun nusantara. Selain itu, mereka yang juga akrab dengan sebutan guide itu mesti menguasai seluk-beluk Kota Jam Gadang, sehingga tidak salah menyampaikan informasi, jangan sampai salah memberikan penjelasan kepada tamu asing, karena hal itu bisa jadi bumerang,” tukasnya.

Di sisi lain sambung Irwandi, pramuwisata melalui organisasi yang menaunginya juga dituntut memberikan standar pelayanan sama. Jangan beda antara satu dan lain, misalnya dalam pembiayan, ataupun perolehan fee (jasa).

“Sebab, jika terjadi perbedaan, bisa saja tamu asing merasa tertipu dan menyatakan ogah untuk datang lagi, hal ini kerugian kita jika hal itu terjadi,” tuturnya.

Irwandi menambahkan, perlu aturan yang menaungi aktivitas pramuwisata di Kota Bukittinggi, sehingga mereka nyaman dalam menjalani profesi, di samping juga berkontribusi positif mendukung pengembangan pariwisata sebagai produk andalan Bukittinggi.

Di sisi lain, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi Melfi Abra, pihaknya telah menyiapkan rancangan Peraturan Walikota tentang pramuwisata, tujuannya sama sekali bukanlah untuk membatasi gerak mereka melainkan untuk  mewujudkan kesamaan persepsi dan tanggungjawab terhadap Bukittinggi.

“Selain itu, kehadiran peraturan itu nanti nya sekaligus diharapkan melindungi pramuwisata dalam menjalankan profesi, termasuk mengantisipasi terjadinya persaingan tak sehat,” tukasnya.

Senada dengan Melfi, Ketua Asosiasi Travel Agen (Asita) B. Rafles mengapresiasi Pemko Bukittinggi yang telah sungguh-sungguh menyiapkan draf peraturan walikota yang secara khusus mengatur tentang pramuwisata. Para guide diharapkannya tidak salah persepsi atas kehadiran peraturan tersebut nanti nya, karena tujuan dan sasarannya jelas sekali untuk melindungi keberadaan sebagai pramuwisata.

“Perlu aturan secara khusus, sehingga pramuwisata tidak tumpang tindih dalam memberikan pelayanan pada wisatawan,” tuturnya.

Keluarnya peraturan walikota itu nantinya, menurut pandangan Ketua HPI, Edward, berdampak positif terhadap aktivitas para guide di Kota Bukittinggi, bahkan sekaligus akan mengantisipasi pramuwisata yang disinyalir melakukan praktik liar.

Karena itulah, diharapkan draf tersebut dapat disahkan menjadi Peraturan Walikota Bukittinggi demi kemajuan pelayanan pramuwisata terhadap wisatawan, sekaligus pengembangan kepariwisataan Bukittinggi ke depan.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top