Ruang Publik

Evaluasi Sembilan Bulan, Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi di Bukittinggi Cukup Tinggi

Hingga September 2016 atau 9 bulan pertama 2016, pertumbuhan ekonomi Kota Bukittinggi cukup tinggi, yakni 6,35%. Akan tetapi hal tersebut tidak seiring dengan tingkat inflasi. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di kota Bukittinggi berada pada tingkat yang cukup tinggi, yakni mencapai 1,11% (ytd).

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Bukittinggi Linda Faroza, Selasa (25/10/2016), menjelaskan, kondisi tersebut akan semakin menyulitkan masyarakat miskin.

“Jika pertumbuhan ekonomi tinggi dan inflasi juga tinggi, kasihanlah kita pada masyarakat. Untuk itulah gunanya tim pemantau dan pengendalian inflasi daerah (TPID) ini untuk menstabilkan perekonomian, kalau tidak masyarakat yang miskin makin miskin,” ujarnya.

Menurut Linda Faroza, Kota Bukittinggi menduduki posisi 10 di pulau Sumatera sebagai daerah dengan angka inflasinya cukup tinggi. Sejauh ini. Komoditi penyumbang inflasi berasal dari bahan pangan, seperti cabe dan bawang.

Untuk bisa mengerem peningkatan angka inflasi di Bukittinggi, melalui tim pemantau dan pengendalian inflasi daerah (TPID) pemerintah dapat mengendalikan dan menstabilkan perekonomian kota.

“Berbagai usaha telah dilakukan oleh TPID untuk mengatasi persoalan inflasi selama ini, mulai dengan membuat kebijakan dalam pengendalian inflasi, melakukan survey ke wilayah pasar, antisipasi bahan pangan pokok strategis, pengadaan pasar murah, serta mensosialisasikan perilaku hidup sehat. Belilah barang sesuai dengan kebutuhan jangan keinginan,” ujarnya.

Linda Faroza menambahkan, untuk mewujudkan stabilitas ekonomi, TPID bertanggungjawab dalam penataan pasar dan keseimbangan pangan. Hal itu dibuktikan dengan adanya kegiatan survey pasar, dan pembentukan Toko Tani yang terdapat di Belakang Balok.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top