Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Siap Lakukan Pemantauan Terhadap Pangan dan Obat-obatan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat (Sumbar), mengharapkan pemerintah daerah aktif dalam melakukan pantauan terhadap keamanan pangan dan obat-obatan.

Menindaklanjuti rencana BBPOM Sumbar ini, Walikota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias, Senin (10/10/2016), mengatakan, Bukittinggi merupakan salah satu tujuan perdagangan dan pemasaran produk sehingga hal itu memang dapat berdampak adanya peredaran obat dan makanan tidak layak konsumsi.

“Kami akan instruksikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk melakukan pengawasan dan razia secara berkala ke pusat perdagangan, apotek dan toko obat. Obat dan makanan aman itu adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah dan lembaga terkait lain,” tegasnya.

Ramlan Nurmatias berharap, BBPOM dapat membantu melakukan pengawasan dan berbagi kewenangan yang jelas dalam kegiatan itu dan dalam penindakan peredaran obat dan makanan berbahaya.

Sebelumnya Kepala BBPOM Sumbar, Zulkifli minta pada pemerintah daerah melalui SKPD terkait aktif melakukan pantauan dan tidak segan melibatkan BBPOM dalam setiap kegiatan itu.

Zulkifli menerangkan, pihaknya siap berkoordinasi untuk melakukan pengawasan karena pengawasan terhadap peredaran makanan dan obat yang aman tidak dapat dilakukan oleh hanya satu pihak saja.

Berdasarkan data, Bukittinggi termasuk daerah zona merah peredaran obat palsu dan makanan dengan kandungan zat berbahaya.

Menurut Zulkifli, hal terpenting untuk mengatasi masalah tersebut yakni memutus rantai peredaran dari distributor obat maupun makanan kemasan.

“Sementara untuk makanan olahan produksi usaha mikro kecil menengah (UMKM), atau bahan makanan segar lain, sangat dibutuhkan konsistensi pembinaan bagi pelaku usaha oleh SKPD terkait seperti Kantor Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan atau lainnya,” jelasnya.

Di samping itu, ia melanjutkan, BPOM telah memiliki alat penguji kandungan makanan yang siap digunakan bila ada permintaan dari kabupaten dan kota di Sumbar.

“Kami juga melakukan program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pengujian kandungan makanan dan program ini pun dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kota dan kabupaten di Sumbar,” tukasnya.(dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top