Ruang Publik

Komoditi Cabe Merah jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Bukittinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi mencatat cabe merah menjadi komoditas paling dominan sebagai penyumbang inflasi selama bulan September 2016 yaitu sebesar 0,94 persen.

“Di kelompok bahan makanan terutama bumbu-bumbuan seperti cabai merah, secara umum mengalami kenaikan harga pada September 2016,” kata Kepala BPS Bukittinggi, Faizal, Kamis (5/10/2016).

Selain cabe merah, beberapa komoditas lain dengan kenaikan harga terbesar pada bulan itu yakni cabai hijau, beras, buncis, rokok kretek, apel, dan lainnya.

Sementara, beberapa komoditas lain yang mengalami penurunan harga di antaranya ayam ras, kentang, jeruk, belut dan bawang merah.

Pada September 2016 sambung Faizal, daerah itu mengalami inflasi sebesar 1,11 persen karena kenaikan indeks di empat kelompok pengeluaran.

Kenaikan itu terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,53 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,01 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar sebesar 0,02 persen.

Faizal menyebutkan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 58 kota mengalami inflasi. Bukittinggi berada di urutan ke empat di Sumatera dan urutan ke lima secara nasional.

“Untuk komoditas yang sering mengalami naik-turun harga seperti cabai merah, pemerintah setempat perlu mencermati karena memang merupakan kebutuhan penting masyarakat,” tukasnya.

Menurut Faizal, pemerintah perlu memperhatikan kelancaran distribusi barang dan pasokannya tersedia cukup di pasaran.

“Inflasi ini dilihat dari dua sisi. Bila terlalu tinggi maka pengusaha yang diuntungkan dan masyarakat yang rugi demikian sebaliknya sehingga perlu dikendalikan agar rendah namun terkendali,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top