Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Bentuk Komunitas Pemuda Anti Narkoba Indonesia

Untuk membantu memberantas penyalahgunaan narkoba terutama bagi kalangan remaja, Pemerintah Kota Bukittinggi membentuk Komunitas Pemuda Anti Narkotika Indonesia (Kompani).

“Para anggota Kompani yang terdiri dari siswa SMA dan sederajat telah dikukuhkan, mereka juga telah dibekali pengetahuan seputar narkoba termasuk bagaimana ciri orang yang telah mengonsumsi narkoba,” kata Walikota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, Jum’at (23/9/2016).

Menurut Walikota, penyalahgunaan narkoba sangat rentan dialami oleh generasi muda sehingga anggota Kompani diharapkan dapat berperan mengenalkan bahaya narkoba bagi sesama siswa sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

“Di Lapas Bukittinggi, sebanyak 80 persen tahanan tersangkut kasus narkoba dan pada umumnya adalah anak muda. Meski untuk kasus tersebut pada umumnya bukan warga Bukittinggi, namun tetap menjadi perhatian sehingga memberantasnya harus dimulai dari generasi muda, salah satunya melalui Kompani,” jelasnya.

Ramlan Nurmatias berharap, dengan bantuan dan dorongan dari para pemangku kepentingan, Kompani dapat melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) setempat, Joni Feri menjelaskan, Kompani merupakan wadah bagi perwakilan siswa SMA sederajat yang dibentuk pemerintah setempat untuk membantu mengampanyekan gerakan anti narkoba.

“Para siswa berjumlah 38 orang berasal dari 16 sekolah dan akan berada di bawah binaan dan pengawasan Kantor Kesbangpol,” sebutnya.

Melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait, Kompani akan didorong merencanakan kegiatan kampanye bahaya narkoba bagi kalangan pemuda.

“Mereka juga akan menyebarluaskan informasi bahaya narkoba di sekolah masing-masing dan lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing,” tambahnya.

Sementara, Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Seksi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, Ade Vianora menambahkan, pelajar sangat rentan terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Posisi Bukittinggi tergolong rawan karena menjadi daerah perlintasan peredaran narkotika, jadi patut diwaspadai. Kompani ini dapat menjadi perpanjangan tangan dari BNN dalam membantu memberantas peredaran narkotika,” ujarnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top