Ruang Publik

92 Persen Warga Bukittinggi Telah Lakukan Perekaman Data KTP Elektronik

Sebanyak 92 persen warga Kota Bukittinggi, sudah melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E).

“Dari 80.087 warga wajib KTP, sebanyak 92 persen atau lebih dari 73.600 warga telah melakukan perekaman data KTP-E,” kata Kepala Bidang Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat, Masriwal, Selasa (20/9/2016).

Menurutnya, sejumlah warga yang belum melakukan perekaman data diperkirakan karena sakit atau bekerja dan kuliah di luar daerah sehingga berhalangan melakukan perekaman data.

“Untuk mengatasi kendala itu, kami membuka pelayanan pada hari libur agar saat warga tersebut pulang ke daerah saat libur mereka dapat melakukan perekaman data,” tukas Masriwal.

Di samping itu sambung Masriwal, bagi warga yang sakit, direncanakan pada minggu terakhir September 2016 akan didatangi langsung ke kediaman oleh pihak Disdukcapil dengan menggunakan satu unit mobil keliling.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka percepatan kepemilikan KTP-E sesuai edaran dari Dirjen Dukcapil Kemendagri bahwa perekaman data KTP-E dilakukan paling lama sebelum 30 September 2016.

Selain membuka pelayanan pada hari libur, pihaknya juga menambah tenaga operator perekaman data menjadi dua orang dan pelayanan itu juga dilakukan di tiap kecamatan.

“Sejak Agustus 2016 kami juga sudah memberikan undangan kepada warga yang belum melakukan perekaman data agar segera merekam data dan cukup mendapatkan respon baik. Dalam satu hari, kunjungan bisa mencapai tiga kali lipat atau 300 kunjungan,” jelasnya.

Selain pengurusan KTP-E ujar Masriwal, kunjungan itu termasuk pelayanan dalam pembuatan kartu keluarga (KK).

Namun demikian, dalam dua minggu terakhir, terdapat kendala jaringan dari pusat sehingga pihak Disdukcapil menyiasati dengan melakukan pencetakan KTP pada malam hari.

“Kami harap warga yang belum melakukan perekaman data atau memiliki kelengkapan administrasi kependudukan lainnya, agar aktif untuk mengurus administrasi kependudukan. Melalui imbauan-imbauan yang disampaikan lewat spanduk yang dipasang di lokasi strategis dan pengumuman di masjid, kami harap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat,” jelasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top