Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Targetkan Permasalahan Air Bersih Rampung Tahun 2018

Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan masalah ketersediaan air bersih di daerah itu dapat selesai pada akhir tahun 2018 mendatang.

Walikota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatias, Sabtu (10/9/2016), mengatakan, akhir tahun 2018, semua persoalan air tidak ada lagi. Saat ini sedang dilakukan upaya penggantian pipa dan mengoperasikan kembali sumur bor yang sudah lama tidak digunakan di daerah Bukit Apit.

“Saat ini tengah dilakukan penggantian pipa saluran air dengan dana dari APBN. Pipa yang saat ini sedang diganti yakni pipa berdiameter 300 milimeter sepanjang 2.102 meter dari Sungai Tanang hingga Bangkaweh dan pipa berdiameter 150 milimeter sepanjang 5.684 meter dari Sungai Tanang hingga Lapangan Kantin,” ujarnya.

Secara bertahap sambung M. Ramlan Nurmatias, penggantian pipa dilakukan dan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Camat Banuhampu, Wali Nagari Sungai Tanang dan tokoh masyarakat.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi Murdi Tahman megungkapkan, dalam proses penggalian pipa, namun pihaknya menemui kendala salah satunya penggalian itu mengenai tanah warga namun dapat diselesaikan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan musyawarah bersama pemilik tanah dan pemerintah setempat.

“Hal ini dilakukan karena jumlah penduduk Bukittinggi yang jauh lebih besar di siang hari, sehingga kebutuhan air bersih di daerah itu idealnya diperlukan 250 liter per detik lagi,” tukasnya.

Sementara saat ini sambung Murdi Tahman, jumlah yang dapat disediakan PDAM baru 180 liter per detik, dan itu disebabkan pula karena pipa lama yang sudah dipakai sejak masa penjajahan Belanda banyak yang bocor menyebabkan banyak air yang terbuang.

Selain penggantian pipa, terdapat dua sumur bor di Bukit Apit dengan debit 2,5 liter per detik dan Bukit Ambacang 1,5 liter per detik yang segera dioperasikan dan peningkatan kapasitas dari sumber air di Batang Tambuo pada 2017.

“Sesuai arahan wali kota, kedua sumur bor segera dioperasikan dan dikelola oleh PDAM. Hanya menunggu pipa jaringan yang belum ada dan segera dibicarakan dengan Dinas Pekerjaan Umum,” ujarnya.

Murdi Tahman menargetkan, setelah selesainya penggantian pipa dan pengoperasian sumur bor, dapat menambah jumlah debit air yang masuk sehingga dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top