Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Tegaskan Tidak Ada Lagi Pemalak Parkir

Pengambilalihan parkir di Kota Bukittinggi oleh pemerintah setempat bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

Tujuan pengambilalihan pengelolaan 23 titik parkir dari pihak ke tiga yang diberlakukan sejak 1 September 2016 lalu itu merupakan jawaban atas tantangan yang ada selama ini dimana parkir menjadi salah satu hal yang banyak dipersoalkan masyarakat.

Demikian disampaikan Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, Kamis (8/9/2016), menurutnya dengan telah dikelolanya parkir oleh pemerintah, kenyamanan masyarakat dapat terjamin karena tidak ada lagi tindak pemalakan oleh oknum juru parkir, karena kini tarif parkir telah disesuaikan.

“Bagi para pengendara, kami harap cermat dalam memilih parkir. Setiap lokasi parkir resmi dijaga oleh petugas dengan seragam resmi berwarna biru dilengkapi dengan topi dan pluit serta karcis, selain dari itu ilegal, sehingga akan diamankan bila melanggar,” ujarnya.

Ramlan Nurmatias menambahkan, pihaknya belum menentukan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir tersebut karena diperlukan evaluasi terlebih dahulu setelah satu bulan penerapan kebijakan itu.

Pemerintah Kota Bukittinggi memang menargetkan peningkatan PAD dari retribusi melalui penerapan kebijakan pengambilalihan parkir, namun tujuan inti dari kebijakan itu adalah melayani masyarakat.

“Pemko Bukittinggi tentu punya target besar, tentunya nanti setelah sebulan dievaluasi terlebih dahulu. PAD memang dikejar, tetapi yang paling penting di sini masyarakat merasa nyaman dan aman,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top