Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Bakal Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban

Untuk memastikan kesiapan dan memastikan kesehatan hewan ternak yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha nanti, Pemerintah Kota Bukittinggi, akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang rencananya akan dimulai Kamis (8/9/2016) mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi Melwizardi, Senin (5/9/2016), mengatakan, pemeriksaan dijadwalkan akan dilakukan setiap hari mulai 8 hingga 15 September mendatang dalam bentuk pemeriksaan sebelum (antemortem) dan sesudah pemotongan hewan (postmortem).

Untuk saat ini menurut Melwizardi, total jumlah hewan ternak yang akan dipotong masih belum diakumulasikan, pasalnya masih akan terus bertambah jelang Idul Adha.

“Meski diprediksi akan bertambah, namun kita akan tetap lakukan pemeriksaan hewan kurban, paling tidak mana yang sudah ada saja dahulu, sehingga nanti tidak ada temuan-temuan sapi yang tidak layak untuk disembelih,” ujarnya.

Dilain pihak, Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Bukittinggi, Evi Silvia menyebutkan tim pemeriksa hewan kurban berjumlah 10 orang yang dibagi dalam lima tim dan terdiri dari dokter hewan dan paramedis veteriner.

Evi Silvia menjelaskan, tim tersebut akan bertugas setiap hari dengan melakukan survei ke mushala dan masjid di Bukittinggi yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban.

“Hewan kurban biasanya ditempatkan atau transit di lokasi tertentu sebelum dibawa ke mushala dan masjid penyelenggara kurban. Pada saat itu kami melakukan pemeriksaan sebelum penyembelihan, atau memeriksa kondisi hewan saat berada dalam keadaan tegak,” tukasnya.

Menurut Evi Silvia, sesuai surat edaran gubernur, selain kondisi kesehatan juga akan diperiksa umur hewan dan hanya dibolehkan menyembelih hewan berjenis kelamin jantan. Selanjutnya, setelah penyembelihan pada hari H, pemeriksaan dilakukan di setiap mushala dan masjid dengan memeriksa organ-organ hewan seperti hati dan paru-paru.

“Kami sebelumnya juga sudah melakukan sosialisasi ke mushala dan masjid terkait kondisi kesehatan hingga kelayakan perlakuan terhadap penyembelihan hewan yang bersih dan sesuai aturan agama,” tukasnya.

Evi Silvia memperkirakan jumlah hewan ternak yang akan dikurban pada tahun ini akan turun dari tahun kemarin, pasalnya, harga sapi yang masih tergolong mahal.

“Khusus tahun 2015 lalu terdapat 900 ekor hewan kurban, untuk tahun ini nanti kita lihatlah, bisa saja turun dari jumlah tahun lalu karena harga sapi tahun ini masih mahal,” jelasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top