Ruang Publik

Selesaikan Masalah Perparkiran, Pemko Bukittinggi Ambil Kebijakan Tegas

Kenginan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mengambil langlah tegas untuk penyelesaian permasalahan parkir di kota wisata Bukittinggi patut dihargai masyarakat.

Salah satu yang menjadi kendala selama ini adalah karena pengelolaan seluruh titik parkir bukan berada langsung dibawah jajaran Pemko Bukittinggi karena seluruhnya ditangani oleh pihak ketiga.

Kalaupun sekiranya pengelolaan oleh pihak ketiga itu berjalan mulus dan sesuai aturan dari tarif parkir yang diminta kepada pengguna jasa parkir, rasanya tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Namun setiap hari libur, apalagi pada hari besar Islam seperti hari raya Idul Fitri, banyak persoalan bermunculan.

Tak tanggung-tanggung bahkan permasalahan parkir di Bukittinggi ini, menjadi topik hangat pembicaraan di berbagai media, apakah media cetak, elekronik, online apalagi di media sosial.

Nyaris setiap tahun kita dengar tarif parkir di Bukittinggi tergolong tarif parkir “termahal didunia”. Kondisi itu memang sangat memprihatinkan, karena bisa mengamputasi kunjungan para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menanggapi berbagai persoalan parkir itu Walikota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias menegaskan terhitung Kamis tanggal 1 September 2016 ini, seluruh pengelolaan titik parkir berada dibawah komando Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo).

“Langkah untuk itu sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, termasuk memberikan arahan kepada 63 calon juru parkir yang belum lama ini sudah dikukuhkan, dan siap melaksanakan tugas mulai hari ini,” ujarnya.

Sehubungan dengan kebijakan Pemko Bukittinggi itu, menurut M. Ramlan Nurmatias, idealnya seluruh warga kota atau para pengunjung yang telah merasakan ketidaknyamanan terkait masalah parkir selama ini, diminta jangan bersikap apriori dan pesimistis terlebih dahulu. Kita persamakan untuk pengamanan kebijakan itu agar dapat berjalan sesuai dengan keinginan kita bersama.

“Apabila masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, mari sama-sama kita bina ataupun dapat juga menginformasikan ke dinas terkait, karena juru parkir yang resmi itu memakai rompi seragam dan topi berwarna biru serta diiringi dengan karcis resmi pula,” tegas Walikota.

Selain parkir sambung M. Ramlan Nurmatias, masih banyak juga masalah yang harus mendapatkan perhatian pemko secepatnya, seperti keluhan para pengunjung terhadap tarif makan yang cukup mahal, harga oleh-oleh yang bersifat  bervariatif, pengamen di restoran dan objek wisata serta sikap sebagian warga kota yang kurang santun dan ramah kepada para pengunjung wisata.

“Semua masalah itu, sebenarnya sudah dilakukan pembenahan secara bertahap oleh dinas terkait khususnya Tim SK4 Kota Bukittinggi, namun tentunya membutuhkan waktu untuk membenahi semua itu,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top