Ruang Publik

Untuk Jadi Kota Layak Anak, DPRD Menilai Pemko Bukittinggi Perlu Siapkan Sarana dan Prasarana Pendukung

DPRD Kota Bukittinggi menilai pencanangan Bukittinggi sebagai Kota Layak Anak dua tahun yang lalu, seutuhnya belum dapat memenuhi segala kriteria kebutuhan anak.

Ketua Komisi Satu DPRD Bukittinggi M. Nur Idris, Selasa (30/8/2016), mengatakan, Kota Bukittinggi masih belum mampu memenuhi segala kebutuhan anak secara optimal, baik kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau (RTH), kebutuhan taman kota dan fasilitas kota untuk anak, serta kebutuhan tempat bermain yang aman dan nyaman bagi anak.

“Bukittinggi sebagai Kota Layak Anak, baru sebatas pencanangan. Belum diikuti dengan regulasinya, seperti belum adanya Perda perlindungan anak serta belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Jadi, banyak kriteria yang harus dipenuhi jika Bukittinggi ingin menjadi Kota Layak Anak,” jelasnya.

Menurut M. Nur Idris, saat ini beberapa titik menjadi lokasi tempat bermain anak, seperti di kawasan Taman Panorama, Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang Bukittinggi, Ngarai Maaram, Lapangan Kantin, pedestrian Jam Gadang serta taman di Gulai Bancah.

“Taman di Gulai Bancah berada di tepi jalan raya dan sangat beresiko bagi keselamatan anak. Begitu juga tempat lainnya, belum mampu memberikan jaminan keselamatan bagi anak saat bermain. Bahkan, banyak orang merokok di sekitar tempat bermain anak. Itu baru kebutuhan tempat bermain anak, belum lagi kebutuhan akan pendidikan yang layak, jaminan tidak adanya kekerasan pada anak, semuanya masih belum standar,” ulas Nur Idris.

Nur Idris berharap kepemimpinan Ramlan-Irwandi mampu membuat perubahan nyata atas kebutuhan anak, sehingga masyarakat atau pengunjung merasa aman dan nyaman membawa anaknya bermain di Kota Bukittinggi.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top