Ruang Publik

Pemko Bukittinggi Dukung Pariwisata Agam

Pemko Bukittinggi selalu mendukung kepariwisataan yang diselenggarakan oleh Pemkab dan masyarakat Agam. Apalagi kegiatan itu memberi kontribusi terhadap kedua daerah. Sebab, kepariwisataan itu sasaran dan cakupannya tak kenal batas wilayah administrasi.

“Kita sangat mendukung pariwisata yang digelar Pemkab Agam karena secara langsung berkontribusi terhadap jasa yang dikelola pelaku ekonomi di Kota Bukittinggi,” ujar Walikota Ramlan Nurmatias ketika membuka Sonsang Festival di pelataran Taman Jam Gadang, Minggu (28/8/2016) kemarin.

Walikota mencontohkan, dari segi kontribusi akomodasi, para peserta kegiatan pariwisata ataupun perlombaan yang digelar itu akan menginap ataupun menikmati kuliner khas di Kota Bukittinggi. Demikian pula jasa kepariwisataan lainnya yang bisa diakses melalui pelaku ekonomi lokal seperti transportasi dan cindramata.

Sonsang Festival diikuti ratusan peserta meliputi kegiatan jalan santai dan sepeda santai menelusuri rute 15 Km dari Jam Gadang dan finish di telaga Tirta Sari Sonsang Kecamatan Tilatangkamang, Agam.

Kegiatan itu, menurut Ramlan Nurmatias berdampak sangat baik terhadap aktivitas ekonomi baru yang dikelola masyarakat setempat. Karenanya dia mengapresiasi perantau dan masyarakat yang telah menggelar festival itu. Selain itu, jarak antara Bukittinggi dan Nagari Sonsang hanya terpaut 15 kilometer, sehingga nantinya akan saling mendukung dari kacamata kepariwisataan.

Pembukaan festival ditandai melepas bendera start di depan pelataran jam Gadang oleh Walikota Ramlan Nurmatias. Seperti diungkapkan Ketua Pelaksana Akmal Yusmar, festival bertujuan membangkitkan ekonomi masyarakat dan sebagai publikasi pada dunia ada sesuatu yang harus dilihat di Kenagarian Sonsang. Dulu, pemuda dan masyarakat Sonsang dikenal dengan produk kerajinan membuat ikat cincin dan jahitan bordir.

Namun, dalam perkembangan pemasaran aneka barang sejenis dari luar (China dan Malaysia), perajin setempat kalah bersaing dan terpaksa meninggalkan usaha tersebut. Kini, harapan baru membersit dari sektor pariwisata setelah dibukanya objek wisata baru di Sonsang berupa telaga tirta sari.

“Nantinya kita harapkan hidup ekonomi kreatif guna meningkatkan penghasilan masyarakat,” kata Akmal.

Sonsang festival dimulai 25 Agustus 2016 lalu dengan agenda antara lain Sonsang Religi, tabligh akbar, international trail running membelah Bukit Barisan, sepeda dan jalan santai yang diharapkan jadi iven tahunan nantinya. Karena itu, pihak panitia menggandeng TV Bernama, Malaysia di samping media nasional dan local guna promosi besar-besaran, termasuk ruanglingkup negara tetangga.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top