Ruang Publik

Diskoperindag Bukittinggi Targetkan Industri Kecil Menengah Alami Peningkatan 20 Persen

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), menargetkan jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) formal tumbuh sebanyak 20 persen pada 2016.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Bukittinggi, Azhari, Sabtu (20/8/2016), mengatakan, saat ini jumlah IKM formal (sudah memiliki izin usaha) di daerah sebanyak 476 unit usaha dan non formal (belum memiliki izin usaha) sebanyak 1.638 unit.

“Kami targetkan 20 persen dari jumlah IKM non formal atau sekitar 325 unit dapat menjadi IKM formal,” ujarnya.

Azhari menambahkan bila IKM sudah memiliki legalitas, para pelaku dapat menerima manfaat seperti pembinaan dan bantuan permodalan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN yang ada di daerah tersebut.

“Meski demikian, IKM non formal tetap mendapat pembinaan dari pemerintah agar dapat berkembang dan berinovasi sehingga kemudian mereka dapat pula mengurus legalitasnya,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebutkan pendataan terhadap IKM selalu dilakukan bersama kelurahan dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk memberikan sosialisasi dan pembinaan agar dapat mendorong pertumbuhan baik dari segi produksi, pemasaran hingga omsetnya.

“Para pelaku usaha juga didorong agar dapat berinovasi. Produk mereka dipersiapkan agar mampu bersaing di pasar melalui bantuan seperti dalam bentuk pengemasan dan pelabelan produk, terlebih setelah masuknya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” lanjutnya.

Namun sambung Azhari, bantuan yang diberikan tersebut diberikan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran, dan didahulukan pada produk yang dinilai telah lebih dulu memiliki peminat di pasaran.

“IKM yang berjumlah 2.114 unit di daerah itu didominasi oleh kelompok industri pangan sebanyak 735 unit usaha, lalu kelompok industri sandang sebanyak 574 unit, kelompok industri kerajinan sebanyak 377 unit,” tukasnya.

Kemudian kelompok industri kimia dan bahan bangunan sebanyak 260 unit dan kelompok industri logam dan elektronika sebanyak 168 unit. Sementara jumlah tenaga kerja dari seluruh unit usaha tersebut sebanyak 8.576 orang.

Azhari berharap, para pelaku usaha tersebut dapat terus membuat produk yang berkualitas dengan harga kompetitif. Sehingga para pembeli yang datang, hendaknya dapat datang kembali untuk membeli produk-produk mereka.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top