Peristiwa

Melanggar Aturan, Satu Toko di Aur Kuning Dibongkar Tim SK4 Bukittinggi

HaloBukittinggi : Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi melalui Tim Sa­tuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) untuk menertibkan bangunan liar dan tidak berizin terutama diatas laham pemerintah terus dilakukan.

Hal itu dibuktikan Senin (17/4/2017) siang, puluhan petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) bersama tim SK4 Bukittinggi, membongkar satu toko di yang didirikan diatas lahan untuk jalan penghubung Jalan Parak Kubang ke Barumbuang 5, Simpang Aur, Kelurahan Aur Kuning.

Sekretaris Dinas Satpol PP sekaligus Kepala SK4 Bukittinggi, Syafnir, mengatakan, pembongkarn itu merupakan tindak lanjut dari peringatan yang telah diberikan sebelumnya kepada pemilik. Karena bangunan itu dianggap menyalahi aturan dan berada di tanah negara. Material bangunan yang dibongkarpun langsung diamankan oleh petugas dengan menggunakan mobil Dinas Lingkungan Hidup.

“Sebelum dibongkar petugas, Minggu malam sebenarnya pemilik toko sendiri juga sudah melakukan pembongkaran. Seluruh isi toko yang sudah berdiri puluhan tahun itu, juga sudah diambil pemilik. Pembongkaran untuk secera keseluruhan kemudian dilakukan petugas dengan bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bukittinggi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu jelas Syafnir, petugas hanya membersihkan beberapa sisa bangunan yang sudah bongkar oleh pemilik. Termasuk dengan alat berat dilakukan pembongkaran terhadap beton atau coran semen yang menutup ruas jalan sepanjang 46 meter dengan lebar maksimal 3 meter. Pembongkaran sendiri juga mendapat pengawalan dari beberapa unsur, seperti Pol PP, Dinas Perhubungan, TNI termasuk Sub Den POM, dan Polri.

“Pembongkaran tersebut sudah sesuai prosedur yang ada. Dimana, sebelum dibongkar surat peringatan sudah dilayangkan kepada pemilik sebanyak tiga kali. Tanah ini adalah milik negara dan merupakan fasilitas umum. Atas kesadaran sendiri, malam sebelum eksekusi, pemilik sudah membuka sendiri bangunannya dan tidak ada penolakan atau perlawanan dari pihak manapun,” ujarnya.

Menurut Syafnir, Pemko Bukittinggi sudah komit untuk membebaskan tanah negara atau fasilitas umum kepada peruntukkan serta fungsinya kembali. Khusus lahan ini, nantinya akan kembali dijadikan untuk jalan penghubung, karena sebelumnya ini memang lokasi jalan. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top