Peristiwa

Puluhan Rumah dan Masjid di Bukittinggi Tergenang Air

HaloBukittinggi : Akibat tingginya intensitas hujan pada Sabtu (15/4/2017), dari siang hingga malam hari di Kota Bukittinggi, menyebabkan luapan air yang tidak tertampung pada drainase, debit air yang tinggi itu mengakibatkan genangan air di sejumlah lokasi.

Pantauan di lokasi luapan air itu menggenangi sejumlah pemukiman warga, terutama yang berada dilokasi kerendahan dari jalan raya, sehingga menyebabkan warga menjadi panik, berbagai usaha dilakukan, namun kondisi air terus meningkat.

Seperti halnya di kawasan RT 02 RW 05 Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang. Dilokasi ini luapan air sangat tinggi, sehingga satu mesjid, puluhan rumah, dan satu mobil digenangi air.

Yulia Roza salah seorang warga dilokasi mengatakan, air mulai meluap sejak magrib hingga malam ini, seperti halnya di Masjid Darussalam yang terpantau air meluap, halaman hingga pintu masuk Masjid tergenang, yang menyebabkan warga tidak dapat menunaikan Shalat Magrib berjamaah.

“Sementara itu beberapa rumah yang ada dikawasan itu juga digenangi air yang semakin malam semakin tinggi. Hingga barang-barang warga banyak yang tidak dapat diselamatkan. Warga yang semula bertahan di rumah masing-masing akhirnya terpaksa mengungsi ketempat aman setelah debit air yang terus bertambah tinggi,” jelasnya.

Pantauan dilokasi, satu unit mobil Avanza silver yang berisi lima orang termasuk supir, terimbas luapan air deras karena mencoba menerobos banjir, untung saja tidak menyebabkan mobilnya terbalik.

Awalnya, beberapa warga yang berada di ujung jalan mencoba menghentikan laju mobil yang ternyata berisikan empat penompang wanita dan seorang supir laki-laki tersebut.

Namun, karena tidak menghiraukan warga, mobil tersebut berusaha menerobos banjir. Alhasil, baru beberapa meter masuk dalam genangan air, mobil tersebut langsung dilarikan arus air yang kencang hingga mobil hampir tebalik, beruntung, mobil tersebut tertahan tembok drainase hingga tetap berdiri tegak.

Perlahan satu-persatu, para penumpang wanita keluar dari dalam mobil. Satu dari empat wanita yang tengah hamil beberapa bulan itu langsung dievakuasi warga dan teman-temannya ke pos pemuda setempat yang berada dijalan utama.

Sementara warga lainnya berusaha mengevakuasi anggota keluarga serta barang-barangnya karena debit hujan yang terus semakin deras turun. Beberapa anak-anak dan wanita terpaksa digendong oleh sanak familinya keluar dari genangan air menuju lokasi aman.

Wati Salah seorang warga setempat terlihat  histeris melihat rumahnya digenangi air, dan menyatakan jika luapan air itu adalah paling parah sejak 48 tahun silam.

Menurutnya, kejadian banjir ini dipicu oleh drainase yang tak sanggup menampung debit air. Drainase ini baru diperbaiki, baru ditutup atasnya agar saat banjir tidak ada orang yang masuk kedalam drainase itu.

Bantuan baru datang setelah pukul 20.00 WIB, atau satu setengah jam setelah kejadian. Beberapa mobil damkar dan belasan petugas dikerahkan kelokasi kejadian. Beberapa petugas yang datangpun langsung menerobos genangan air melakukan evakuasi terhadap harta benda warga.

Kepala BPBD Bukittinggi Mus Mulyadi, menjelaskan, tim saat ini tengah melakukan evakuasi terhadap barang-barang, harta benda warga yang masih belum terselamatkan.

“Hingga malam ini, pihak BPBD masih melakukan tindakan evakuasi dibeberapa titik di daerah  Gurun Panjang, Tarok Dipo, Pulai Anak Aie, dari data sementara diperkirakan puluhan rumah terkena imbas, namun data pasti belum ada, sementara pemilik rumah sedang dievakuasi kelokasi yang aman menggunakan perahu karet,” jelasnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top