Peristiwa

Enam Jeriken Tuak Diamankan Tim SK4 Bukittinggi

HaloBukittinggi : Regu G Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi, dengan Komandan Regu Candra, Senin (27/3/2017) siang, mengamankan enam jeriken tuak yang transit di loket Bus Jasa Malindo Terminal Simpang Aur.

Komandan Regu Candra mengatakan, Regu G Tim SK4 menerima laporan dari masyarakat ada jeriken berisikan tuak yang akan dibongkar dan didistribusikan ke Solok melalui loket Bus Jasa Malindo, dan saat mendatangi lokasi memang benar adanya, enam jeriken tuak itu sudah berada dilokasi dan siap untuk dinaikkan kedalam Bus.

“Awalnya kami melakukan pantauan rutin ke dalam Terminal Simpang Aur, namun setelah mendapat telpon dari Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, tim langsung mengarahkan mobil patroli ke loket Bus Jasa Malindo, dan mendapati enam jeriken tuak itu berada didepan pool Bus dan siap untuk dikirim ke Solok ,” jelasnya.

Menurut Candra, saat ditanyakan pada pihak Bus Jasa Malindo tidak diketahui siapa pemilik enam jeriken tuak itu, dan kemudian pihak Bus menelpon data para pengirim barang, maka terjadilah dialog yang panjang dengan pemilik tuak dimaksud, namun karena melanggar aturan jeriken berisikan tuak itu langsung dibawa ke kantor Dinas Satpol PP.

Sementara itu Sekretaris Dinas Satpol PP Bukittinggi, Syafnir menjelaskan, informasi di loket Bus Jasa Malindo, tuak itu berasal dari Payakumbuh diturunkan di Terminal Simpang Aur, dan akan didistribusikan ke Solok, dan sesuai Peraturan Daerah Perda Nomor 3 Tahun 2015 ini sudah melanggar aturan tentang ketentraman dan ketertiban umum.

“Dalam Perda itu masyarakat dilarang memproduksi, membawa, mengedarkan, memperdagangkan minuman keras tanpa izin, maka dari itu tuak itu diamankan Tim SK4,” ujarnya.

Syafnir menambahkan, dalam enam jeriken itu diperkirakan berat totalnya 180 liter, dan pemiliknya menelpon sambil marah-marah, karena hanya singgah saja di Terminal Simpang Aur, Bukittinggi, namun karena masuk kategori pelanggaran barang bukti tuak itu tetap diamankan.

”Kasus ini dalam penyelidikan tim penyidik Satpol PP, dan apabila si pemilik juga datang, akan diperiksa lebih lanjut, bakal dikenakan sanksi tindak pidanan ringan, dengan ancaman kurungan paling lama tiga bulan, dan denda sebesar Rp 10 juta, termasuk sanksi biaya penegakan pelaksanaan perda,” tukasnya.

Hingga sekarang sambung Syafnir, pemilik tuak ini belum diketahui dari mana asalnya, dilokasi juga tidak diketahui siapa yang memiliki, namun tuak ini telah dititipkan pada loket Bus Jasa Malindo, siapa yang mengantar juga tidak diketahui, karena saat petugas mengamankan dia sudah tidak berada di tempat.

“Sopir Bus Jasa Malinda yang dikonfirmasi dilapangan juga terkejut akan keberadaan enam jeriken tuak yang akan dikirimkan itu, dan saat ditanyakan lebih lanjut sopir hanya menghubungi nomor telpon yang ditinggalkan si pemilik tuak, dan saat ini pihak Dinas Satpol PP telah mengamankan barang bukti, sambil menunggu kedatangan si pemilik,” terangnya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top