Peristiwa

Kasus Kebakaran di Bukittinggi Dalam Tiga Tahun Terakhir Meningkat

Berdasarkan data dari Dinas Kebakaran Bukittinggi, jumlah kasus kebakaran diwilayah Kota Bukittinggi terus meningkat sejak tiga tahun terakhir.

Selain disebabkan karena korsleting listrik, penyebab lain kebakaran ini juga akibat kelalaian masyarakat, dan dari catatan itu kerugian akibat kebakaran tersebut pun bervariasi dengan total mencapai milyaran rupiah.

Kasi Penyuluhan Dinas Kebakaran Bukittinggi, Safei, Kamis (9/3/2017), mengatakan, selama tahun 2014 lalu tercatat sebanyak 98 kasus kebakaran dengan kerugian mencapai Rp 4.491.000.000, pada tahun 2015 terjadi 112 kasus kebakaran, dengan kerugian mencapai lebih kurang Rp 1 milyar lebih. Sedangkan pada tahun 2016 terjadi 120 kasus dengan kerugian lebih kurang Rp 4,5 milyar.

“Dari kasus-kasus itu sudah merangkap semua, mulai dari kebakaran kecil hingga kebakaran yang menghanguskan beberapa petak rumah atau ruko. Mulai dari sekedar korsleting kecil hingga besar. Bahkan juga kebakaran yang terjadi pada beberapa mobil, dan angkot,” jelasnya.

Menurut Safei, sepanjang tahun 2014 lalu, setidaknya terjadi 50 kasus kebakaran di Kecamatan Guguk Panjang, dan 16 kasus kebakaran di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), serta 32 kasus kebakaran di Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).

“Untuk kerugian di Kecamatan Guguk Panjang kerugian pada tahun 2014 itu mencapai Rp 1,9 Milyar. Dan kerugian di Kecamatan MKS mencapai Rp 415 juta, sedangkan untuk kecamatan ABTB Rp2,1 milyar,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2015 sebut Safei, kasus kebakaran di Kecamatan Guguk Panjang sebanyak 64 kasus dengan kerugian Rp 553 juta lebih, dan di Kecamatan MKS sebanyak 34 kasus dengan kerugian Rp 245 juta, dan di Kecamatan ABTB terjadi 14 kasus dengan kerugian Rp 119 juta.

“Sedangkan pada tahun 2017 total kasus kebakaran pada ketiga kecamatan mencapai 120 kasus dengan kerugian Rp 4 Milyar lebih,” tukasnya.

Safei menambahkan, dari informasi yang diperoleh dilapangan, pada umumnya kebakaran pada umumnya disebabkan oleh korsleting listrik.

“Namun ada juga yang masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tetapi, ada juga kasus yang disebabkan kelalaian atau human error. Seperti ledakan kompor yang ditinggal saat memasak, membakar sampah sembarangan, atau karena mercon didalam rumah,” ungkapnya.

Di Kota Bukittinggi sambung Safei, bencana tak hanya kebakaran saja yang memiliki potensi, namun dengan kondisi Kota yang berada di area pegunungan dan ngarai, juga bisa menyebabkan terjadinya longsor dan dampak gempabumi.

“Selain itu juga pernah terjadi beberapa kali banjir dan genangan air, namun untuk sekarang semua itu sudah diusahakan untuk ditanggulangi. Dimana drainase yang menjadi penyebab banjir telah diperbaiki oleh pihak Pemko melalui dinas terkait,” jelasnya

Safei mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat memasak ataupun saat menggunakan api. “Jangan sekali-kali meninggalkan rumah saat api dalam keadaan hidup, pastikan listrik yang tidak berguna dimatikan saat meninggalkan rumah,” imbaunya.

Untuk melakukan antisipasi jelas Safei, pihaknya terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk dengan para pedagang yang ada di pasar, ataupun stakholder lainnya.

Sementara itu Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, pihaknya hanya sekedar melakukan penyidikan saat terjadi kebakaran.

“Namun untuk lebih pas nya tentulah pihak terkait yang lebih tahu. Contohnya, jika akibat korsleting listrik, pihak PLN lah yang lebih tahu apakah orang dirumah itu mencuri arus atau bagaiman. Jika ada indikasi, dan ada laporan baru kita lakukan tindakan,” terangnya.

Beda kasus lagi sebut Kapolres, jika seandainya kasus kebakaran itu ada indikasi kesengajaan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Biasanya akan berbeda antara sengaja atau tidak saat dilidik, bisa saja ditemukan ada cairan minyak, atau botol minyak dan sebagainya,” tukasnya.

Terlepas dari itu semua, Kapolres juga tetap mengimbau supaya masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

“Mari sama-sama kita jaga keamanan kenyamanan dan ketertiban di wilayah kita masing-masing,” Imbaunya. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top