Peristiwa

Dugaan Pelecehan Seksual, Kalapas Klas II Bukittinggi Jalani Pemeriksaaan

Pasca terjadinya kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIA Bukittinggi di Biaro pada Kamis (23/2/2017) siang kemaren, yang dipicu oleh ulah kepala LP yang melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap tahanan wanita, kondisi kembali normal pada Kamis malam.

Dari pantauan di lokasi Jum’at (24/2/2017) dini hari, tidak terlihat penjagaan secara berlebihan oleh petugas kepolisian maupun petugas LP sendiri. Penjagaan dilakukan secara normal oleh petugas piket yang kebetulan mendapat giliran.

Kamis malam itu juga, Pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (kemenkum Ham) Provinsi Sumatera Barat mendatangi Lapas Bukittinggi, guna melakukan penyelidikan internal terkait dugaan pelecehan seksual oleh kepala LP tersebut.

Kepala LP beserta sejumlah saksi diperiksa secara intensif oleh petugas dari Kanwil, korban yang diduga dilecehkan pun dimintai keterangan.

Kepala Bidang Keamanan, Kesehatan, dan Perawatan Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat Eria Gulman saat ditemui di LP mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala LP atas nama Lisabetha Hardiarto.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, Kalapas Klas IIA Bukittinggi hari ini diperintahkan untuk menghadap ke Kakanwil Kemenkumham Sumbar di Padang, bagaimanapun juga dia diminta menghadap pada pimpinan di kanwil Jumat besok,” terangnya.

Eria menegaskan, jika terbukti bersalah, kepala LP yang baru menjabat selama dua bulan terakhir itu bukan tidak mungkin akan dicopot jabatannya.

“Yang jelas kita dari kanwil hanya bisa merekomendasikan ke pusat, nantinya tentulah pusat yang menentukan,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun RRI, aksi tidak senonoh  oleh kepala LP yang bertugas sejak awal Januari lalu itu tidak hanya pada satu napi saja, melainkan kepada beberapa kebeberapa tahanan wanita.

Terkait situasi dan kondisi di LP sendiri pasca mengamuknya ratusan tahanan yang tidak terima ulah kepala LP tersebut, Eria menegaskan jika kondisi hingga Kamis malam sudah dalam keadaan kondusif dan terkendali.

“Alhamdulillah semua di dalam sudah kondusif dan aman, mereka semua sudah tidur. Terhadap kalapas prosesnya nanti terserah kakanwil. Tadi atas perintah kakanwil, kalapas disuruh menghadap kakanwil. Saat ini kita sudah melakukan penyelidikan internal, sudah periksa kalapas yang bersangkutan dan saksi-saksi. Korban sendiri juga sudah kita klarifikasi dan nanti hasilnya belum bisa kita sampaikan,” jelas Eria.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual oleh kepala LP Klas IIA Bukittinggi terhadap tahanan wanita ini terungkap saat korban berinisial V (18), tiba-tiba menangis seusai keluar dari ruangan kalapas, pada Kamis siang kemarin.

Saat ditanyai teman sekamarnya, V mengaku kembali mengalami pelecehan seks oleh kalapas. Saat kejadian, V waktu itu tengah mencuci piring dan gelas di toilet di dekat ruang kalapas.

Saat  korban jongkok, kepala LP tiba-tiba meremas dadanya dari belakang. Kaget dan tidak terima, V langsung berteriak dan lari ke sel tahanannya. Para napi lain yang mendengar penuturan V langsung mengamuk dan memicu kericuhan.

Beruntung kerusuhan tidak meluas dan berhasil diredam oleh para sipir lapas serta aparat kepolisian yang datang segera ke lokasi. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top