Peristiwa

Tiga Petak Bangunan Depan RRI Bukittinggi Hangus Terbakar Dilalap Api

Warga Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi dihebohkan dengan peristiwa kebakaran, yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (18/2/2017) siang.

Kebakaran yang menimpa tiga unit bangunan didepan Kantor RRI Bukittinggi di Jalan Prof. M. Yamin, SH itu, berlangsung sangat cepat, pantauan RRI dilapangan hanya dalam tempo kurang dari setengah jam api menjalar melalap tiga unit bangunan.

Seorang petugas keamanan di RRI Bukittinggi Agusnedi yang terkejut dengan peristiwa kebakaran itu, langsung mengambil tabung racun api, dan berlari menuju salah satu bangunan atau sumber awalnya api.

Agusnedi mengatakan, api muncul secara tiba-tiba dari dapur atau bagian samping bangunan milik Epi Amay yang kesehariannya merupakan tempat sarapan dan makan pegawai RRI Bukittinggi, namun pertolongan dengan tabung racun api ini tidak membuahkan hasil, api langsung menyebar akibat kencangnya tiupan angin dan kondisi cuaca yang cukup panas.

Kobaran api ini juga memicu banyaknya warga yang datang ke lokasi kejadian, hanya untuk melihat peristiwa kejadian ini dari jarak dekat.

Menurut Julianis (35), salah seorang korban, ia baru mengetahui adanya kebakaran setelah salah seorang pengunjung di tempat usaha fotokopinya, memberi tahu adanya kepulan asap dari arah bagian belakang kedai kopi milik Epi Amay.

“Ada yang ngasih tau ada asap, dan ternyata itu kebakaran. Api cepat membesar sehingga tidak semua barang saya bisa diselamatkan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Lurah Aur Kuning Bukittinggi Adrian menambahkan, tiga petak bangunan yang terbakar itu merupakan kedai kopi milik Epianis alias Amay (53), tempat usaha fotokopi yang dikontrak Julianis (35), serta tempat usaha sablon milik Rusmin Jali (36).

“Di bangunan itu juga tinggal tiga KK (Kepala Keluarga) yang dihuni 13 orang. Ada salah seorang pemilik rumah yang sempat pingsan melihat kejadian ini,” terangnya.

Api cepat berkobar, karena bangunan yang terbakar merupakan bangunan semi permanen. Selain itu sambung Adrian, kedai kopi dalam kondisi tutup disaat terjadinya kebakaran. Butuh waktu sekitar satu jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Belum diketahui pasti pemicu kebakaran ini, sementara jumlah kerugian masih dihitung petugas.

Adrian menambahkan, api dapat dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB api dapat dipadamkan, pertolongan dari tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, dan Kabupaten Agam.

“Untuk sementara korban yang kehilangan tempat tinggal dapat memanfaatkan Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aur Kuning ataupun Kantor Pemuda setempat, dan bantuan dari Dinas Sosial juga telah membantu meringankan beban korban dengan memberikan bantuan makanan,” jelasnya. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top