Peristiwa

Toko Daging Impor Tak Miliki Izin di Bukittinggi ini Digeledah Polisi

Lebih kurang 380 kilogram daging impor yang masih diragukan label halal nya diamankan Pemerintah Kota Bukittinggi bekerjasama dengan Polres Bukittinggi, Senin (23/1/2017) pagi sekira pukul 09.00 WIB di salah satu toko daging yang ada di kawasan Simpang Tarok Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, saat melakukan operasi lapangan.

Selain diragukan label halal, pengamanan terhadap daging tersebut juga disebabkan atas keresahan para pedagang daging di pasaran karena daging impor tersebut dijual dengan harga murah dan jauh dari harga pasaran.

Operasi lapangan sendiri dilakukan oleh pemko melalui dinas terkait seperti Dinas Kesehatan Kota, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan serta Polres Bukittinggi.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Bukittinggi Alizar mengatakan, operasi lapangan ini merupakan lanjutan dari informasi yang kita peroleh dari masyarakat, dimana dari laporan tersebut diketahui ada daging yang dijual murah dari harga pasaran. Maka dari itu, kita langsung turun kelokasi untuk memastikannya.

Menurut Alizar, dari hasil operasi lapangan tersebut ditemukan ratusan kilo daging impor yang dijual di toko daging milik seorang pedagang berinisial S, 50 tahun.

“Jadi daging ini berasal dari beberapa negara seperti India, Amerika, New Zealand, dan Australia. Nah, dari keterangan pedagang itu, diketahui jika daging ini dipesan dari Jakarta dan dikirimkan ke Bukittinggi dengan menggunakan bus,” jelas Alizar.

Menurut Alizar, banyak kejanggalan yang ditemukan saat operasi lapangan tersebut, dalam bungkusan daging tersebut memiliki label halal. Namun label halal ini dikirim dari negara pengirim dan bukan dari merek halal oleh MUI Indonesia.

Selain itu sambung Alizar, harga jual kepada konsumen jauh lebih murah dari harga pasar. Dimana untuk daging FQ dijual dengan harga Rp 70 ribu, daging Blade dijual seharga Rp 77 ribu, daging silver dijual seharga rp 83 ribu, daging knakel Rp 85 ribu, untuk jantung Rp 34 ribu, hati seharga rp 31 ribu, dan kaki dijual rp 36 ribu setipa kilonya.

“Harga jual daging impor tersebut lebih rendah 50 persen dari harga jual dipasaran, dimana untuk saat ini harga daging berkisar antara Rp 120-130 ribu perkilonya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli menyebutkan jika dalam operasi lapangan tersebut telah diambil sampel daging untuk diperiksa di laboratorium.

“Memang tadi telah diambil sampel untuk diperiksa, hal ini berguna untuk memastikan keaslian daging tersebut halal atau tidaknya. Pasalnya banyak asumsi yang bisa beredar jika dilihat dari harga tersebut. Maka dari itu kita pastikan dengan memeriksakannya ke labor,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana menyebutkan jika pihaknya telah mengamankan daging tersebut untuk tidak diperjual belikan hingga semua proses dapat diselesaikan.

“Jadi daging ini lebih kurang diperkirakan sebanyak 380 kilogram, saat ini sudah diamankan dilokasi karena kita tidak memiliki tempat penyimpanan daging. Namun sudah kita beri garis polisi agar tidak bisa diperjual belikan,” ujarnya.

Arly Jembar Jumhana menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan akan kasus daging impor tersebut. Apabila nanti terbukti bukan daging halal, akan kita tindak secara hukum.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Bawah, Irwan Rioni mengakui sejak satu bulan terakhir omset penjualannya turun drastis sampai 50 persen, terutama pelanggan pedagang bakso.

Menurutnya, peredaran daging illegal tersebut sangat meresahkan pedagang di Pasar Bawah karena dijual murah. Akibatnya banyak pelanggan pedagang beralih membeli daging illegal.

“Harga pasaran daging super dipasaran dijual Rp120 ribu perkilo, Jantung dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp70 ribu perkilo,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top