Peristiwa

Tidak Memiliki Dokumen Perjalanan, Dua Warga Tiongkok  di Bukittinggi Diamankan Imigrasi Agam

Dua orang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan nya masuk ke Indonesia, Jum’at (30/12/2016), diamankan Imigrasi Agam bersama Jajaran Intel Polres Bukittinggi, Lurah, dan LPM Aur Kuning.

Kedua WNA ini diamankan di sebuah ruko dikawasan Jalan Bypass, Rt 01 Rw 04 Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).

Kepala Kantor Imigrasi Agam Ezardy Samsoe mengatakan, kedua pria WNA tersebut diamankan karena tidak bisa menunjukan dokumen perjalanannya masuk kewilayah Indonesia.

“Jadi ada laporan mengenai adanya WNA yang menetap diwilayah hukum kita ini, dan sudah ditelusuri sejak beberapa waktu belakangan. alhasil, hari ini semua itu terbukti,” ujarnya.

Menurut Ezardy Samsoe, kedua WNA ini untuk sementara waktu akan diamankan di Kantor Imigrasi Agam untuk dimintai keterangan.

“Jadi sesuai instruksi yang diberikan oleh jajaran pimpinan kami dari pusat terkait keberadaan WNA yang berkeliaran diwilayah Indonesia tanpa identitas. Sesuai intruksi tersebut kita lakukan penelusuran dengan bekerjasama dengan semua pihak,” jelasnya.

Ezardy Samsoe menambahkan, keberadaan kedua WNA tersebut diketahui dari pemilik ruko yang berkoordinasi bersama pihak kelurahan serta Bhabinkamtibmas dan LPM.

“Jadi kita dapat informasi soal keberadaan kedua orang ini tadi dari pihak polres bukittinggi, dan langsung kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Lurah Aur Kuning Adrian menuturkan, pihak kelurahan sebelumnya telah mendapatkan informasi keberadaan dua orang WNA di wilayahnya sejak beberapa waktu lalu.

“Sejak dua minggu belakangan kita lakukan penelusuran, dan baru kita ketahui sejak empat hari belakangan. Lalu kita berkoordinasi bersama seluruh pihak di kelurahan,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh petugas Bhabinkamtibmas Aur Kuning dari Polsek Kota, Bribka Riko Hidayat. Menurutnya, kedua pria tersebut sudah menempati kontrakan tersebut sejak beberapa waktu terkahir dengan dalih berjualan sendal.

“Informasi sementara dari pemeriksaan tadi diketahui keduanya menginap di Bukittinggi, namun selalu berpergian. Jadi orang ini hanya sesekali terlihat disini. Keduanya tidak memiliki identitas maupun surat perjalanannya,” terangnya.

Dari pemeriksaan sambung Riko Hidayat, keduanya diketahui bernama Huang Zhimeng dan Huang Bingfeng yang mengaku sebagai pengunjung.

“Namun kenyataannya mereka justru berjualan di sini. Padahal mereka mengaku sebagai wisatawan. Selain itu identitas mereka ini juga tidak ada, makanya diamankan pihak berwenang,” ujarnya.

Sementara itu Joni Azwar Datuak Maninjun pemilik ruko yang dikontrakan yang juga sekaligus Ketua LPM Aur Kuning mengungkapkan jika dirinya langsung memberi tahu pihak kelurahan setelah mengetahui ada dua orang WNA yang ternyata tinggal di ruko miliknya yang dikontrakan.

“Ruko milik saya dikontrak oleh seseorang berinisial H sejak dua tahun terakhir dan dijadikan sebagai gudang barang jualannya. Namun, H ini tidak menetap disini, karena selalu bepergian keluar daerah untuk mengurus usahanya. seiring waktu saya lihat orang yang menempati itu silih berganti dan tau-taunya bukan warga asli kita. Melihat hal ini saya langsung saja adukan hal tersebut,” terangnya.

Menurut Joni Azwar, dirinya bahkan tidak mengenal penghuni tersebut, dan mengaku heran dengan situasi ini, karena yang mengotrak lain, dan yang menghuni juga lain,” tukasnya.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top