Peristiwa

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Pelataran Parkir Hotel Pusako Bukittinggi Berlangsung Aman

Polres Bukittinggi siang tadi menggelar rekonstruksi kasus penyerangan beberapa orang pemuda di kawasan Hotel Pusako, yang terjadi pada Jum’at (12/08/2016) lalu, mengakibatkan dua korban tewas, dan dua orang lainnya mengalami luka tusukan.

Dalam rekonstruksi ini, sebanyak 26 adegan dilakukan oleh tersangka Ji’i, dan 19 adegan oleh pelaku JN.

Rekonstruksi dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Samping Pos Satpam pelataran Parkir Hotel Pusako Kota Bukittinggi.

“Kegiatan Rekonstruksi ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran peran pelaku sehingga memberi jelas jalan cerita terjadinya tindak pidana pembunuhan/penganiayaan berat sehingga memberikan gambaran kepada pihak jaksa penuntut umum, dalam proses sidang di Pengadilan,” jelas Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zahari Almi.

Rekontruksi dimulai dengan adegan tersangka Ji’i bersama para saksi di depan pintu PUB sambil membawa beberapa botol minuman keras berjalan menuju keluar hotel. Sampai di halaman, sebelah pos satpam, terjadi cekcok antara tersangka Ji’i dengan korban Eko Trisno, Dhonal S. Chandra serta tersangka JN. Disitulah pembunuhan terjadi, tepatnya pada Jumat (12/08/2016) dini hari itu.

Dalam perkelahian itu, Tepat pada adegan ke-17 B. Ji’i, yang tersulut emosi melihat korban Dhonal memperlihatkan pisau yang ada di pinggang sebelah kanannya, langsung mengambil parang yang ada di tangan saksi Romi, dan menebas leher sebelah kiri korban yang bernama Dhonal.

Sementara tersangka, JN, dalam adegan rekontruksinya menusuk korban Eko Trisno dengan pisau pada adegan ke-14. Reka adegan pembunuhan yang menewaskan dua orang itu berakhir dengan adegan perkelahian terhenti karena telah terdapatnya korban yang bersimbah darah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sekelompok pemuda terlibat perkelahian di kawasan lapangan parkir atau depan Pos Satpam Hotel Pusako Bukittinggi, Jum’at (12/8/2016) dinihari.

Akibat peristiwa yang diduga akibat salah paham itu, dua orang diantaranya meninggal dunia, sementara dua lagi masih dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Dua korban yang meninggal dunia itu adalah Riko (27), serta Dhonal S (30), sementara korban luka-luka adalah Kamek (30) dan Feri (28).

Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.05 WIB. Namun dirinya baru mendapat laporan sekitar pukul 01.30 WIB dan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Latar belakang kejadian ini masih kami dalami, karena belum semuanya dimintai keterangan. Nanti kalau datanya sudah lengkap kami beri keterangan lebih lengkap,” jelasnya.

Kedua korban yang masing-masingnya bernama Kamek (37) dan Feri (28) sempat mengalami kritis dan dirawat intensif di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Namun kabar jika ada diantaranya ada yang meninggal dunia, itu tidak benar. Hingga Selasa 16 Agustus 2016, kedua korban itu masih dirawat di RSAM Bukittinggi.

Feri salah seorang korban kritis yang merupakan warga Panganak Bukittinggi itu sudah bisa diajak berbicara. Bahkan sesekali, Feri tampak bercanda dengan keluarganya.

Feri yang saat ini dirawat di Ruang VIP 3 Ambun Suri RSAM Bukittinggi mengalami luka tusuk pada bagian punggung dan dada.

Sementara itu, Melki alias Kamek yang mengalami luka tusuk bagian perut dan sempat menjalani operasi, juga bernasib demikian. Meski masih susah diajak bicara, namun secara umum kondisi kesehatannya sedikit membaik.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top