Peristiwa

Tiga Pencuri di SPBU Bunda Diamankan Polres Bukittinggi

Kepolisian Resor Bukittinggi berhasil meringkus tiga orang pelaku pencurian uang sebesar Rp. 660 juta dari brankas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bunda, yang berlokasi di di Jalan By Pass, Kelurahan Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Dalam konferensi pers nya di ruangan Pusat Data dan Infomrasi (PID) Mapolres Bukittinggi, Selasa (8/11/2016), Wakapolres Kompol M. Sajarod Zakun mengatakan, ketiga pelaku merupakan warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, masing-masing berinisial ZA (24) dan KH (24) yang merupakan saudara kembar, serta RD (18), mereka bertiga merupakan saudara kandung, dengan motif pencurian diduga sementara karena desakan kebutuhan ekonomi keluarga.

“Setelah Polsek Bukittinggi menerima adanya laporan pencurian pada 31 Oktober 2016 sekira pukul 10.45 WIB, dari korban bernama Ming Osvita, petugas langsung memeriksa lokasi kejadian, dan kuat dugaan pencurian melibatkan orang dalam karena jalan menuju kantor bendahara tempat uang disimpan hanya diketahui oleh pegawai SPBU Bunda,” jelasnya.

Menurut M. Sajarod Zakun, petugas melakukan pemeriksaan terhadap delapan pegawai SPBU dan kecurigaan menjurus pada ZA karena beberapa kejanggalan salah satunya informasi kontak yang dilakukan pada Minggu (30/10/2016) telah dihapus dari telepon genggam miliknya.

“Dari temuan itu petugas melakukan pendalaman kasus, dan ZA akhirnya mengakui pencurian dilakukan bekerjasama dengan dua orang lain yang merupakan saudara kandungnya,” tukas Wakapolres.

Menurut keterangan tersangka ZA, sambung M. Sajarod Zakun, dirinya bertugas sebagai pengalih perhatian dengan mengajak pegawai SPBU ke pemandian air panas di Kabupaten Solok sehingga kantor ditinggal dalam keadaan kosong sejak Minggu (30/10/2016) pukul 23.00 WIB hingga Senin (31/10/2016) pukul 5.00 WIB.

Selanjutnya KH dan RD mendatangi lokasi dan masing-masing bertugas mengawasi situasi sekitar SPBU dan lainnya masuk melakukan pencurian.

Sajarod Zakun menambahkan, penangkapan terhadap dua pelaku lainnya terjadi pada 6 November 2016 setelah sebelumnya diketahui kabur ke rumah kerabatnya di Provinsi Lampung.

“Penangkapan dilakukan setelah keduanya kembali ke Bukittinggi diantar langsung oleh kerabatnya,” tukasnya.

Dari ketiga pelaku pencurian, polisi mengamankan uang sebesar Rp580 juta, satu unit sepeda motor yang digunakan untuk mendatangi SPBU saat melakukan pencurian, kunci inggris dan karet kaca jendela.

“Pengakuan para pelaku, uang sekitar Rp80 juta telah digunakan untuk membayar hutang dan biaya perjalanan KH dan RD. Pelaku dikenai Pasal 363 Junto 56 KUH Pidana dengan ancaman tujuh sampai sembilan tahun penjara,” sebutnya.

Hingga saat ini jajaran Polres Bukittinggi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus, karena tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain dari kasus tersebut.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top