Peristiwa

Warga Bukittinggi dan Sekitarnya Diguncang Gempa Darat

Gempabumi mengguncang Kota Bukittinggi sekitar pukul 12.38 WIB, Selasa 27 september 2016.

Meski durasi gempa ini hanya sekitar lima detik, namun guncangan gempa cukup mengagetkan warga Bukittinggi dan sekitarnya.

Seperti halnya yang dirasakan Rizal (28) salah seorang Jurnalis di Kota Bukittinggi, saat gempa terjadi dia mengaku sedang berada si sekretariat Bukittinggi Pers Club (BPC) di Jalan Urip Sumoharjo nomor 15 bersama dua rekan nya.

“Saya lagi menonton Televisi, sementara dua rekan saya Asrial dan Yudi sedang makan siang, tiba-tiba terasa goncangan beberapa detik, sehingga saya langsung lari keluar melihat situasi yang terjadi, dan memang sebagian tetangga sekretariat BPC juga ada keluar dari rumah,” tukasnya.

Resah dengan gempa yang terjadi sambung Rizal, dia langsung menghubungi orang tua nya yang berada dirumah di daerah Cangkiang, Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, dan setelah terhubung kondisi dirumah juga aman.

Sementara itu Asrial yang sedang makan siang, mengaku langsung berhenti, dan mencek smart phone nya, mencari informasi dari mana pusat gempa yang terjadi.

“Saya sempat terkejut saat gempa terjadi, dirasakan ruangan sekretariat BPC berguncang, walaupun hanya dalam tempo beberapa detik, namun timbul juga kecemasan, karena dampak gempa dapat menyebabkan roboh nya bangunan,” ujarnya.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa darat ini berkekuatan 4 SR yang terjadi di wilayah 7 kilometer Timur Laut Kota Bukittinggi. Gempa tersebut berada di lokasi 0.24 LS, 100.41 BT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa awal itu diikuti dua kali gempa susulan secara beruntun, pertama pada jam 12:45:17 WIB dengan kekuatan M=3.0, gempa bumi susulan ke 2 dan ke 3 tidak dapat ditentukan parameternya, gempa bumi susulan keempat pada jam 12:58:08 WIB dengan kekuatan M=1.6, di lokasi 0.35 LS, 100.29 BT dengan kedalaman 10 kilometer, sekitar pukul 12.45 WIB.

Guncangan gempa ini dirasakan warga Bukittinggi dengan skala intensitas III MMI. Selain itu, gempa ini juga dilaporkan dan dirasakan warga di Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam wilayah timur, sebagian warga Kota Payakumbuh, Limapuluhkota dan Tanah Datar, dengan skala intensitas I-II MMI.

Meski guncangan gempa ini membuat kaca jendela bergetar, namun sebagian besar warga Kota Bukittinggi tidak terpengaruh dengan kejadian itu. Warga tampak melakukan aktivitas seperti biasa, bahkan tidak banyak yang ke luar rumah ketika gempa itu terjadi.

Jika kita memperhatikan letak sumber gempa bumi tersebut dengan kedalaman hiposenter yang dangkal ini mencirikan sebagai aktifitas sesar sumatera, khususnya segmen Sianok. Segmen Sianok memanjang dari sisi timur danau Singkarak melewati sisi Barat Daya Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, panjang segmen ini sekitar 90 km.

Gempa terbesar pernah tercatat pada tanggal 4 agustus 1926 dengan pusat hancuran antara Bukittinggi dan Danau Singkarak, data terbaru mencatat bahwa 6 Maret 2007 terjadi dua kali gempabumi dengan magnitudo 6.4 dan 6.3 dan juga gempabumi merusak pada segmen ini yang mengakibatkan kerusakan di Batusangkar, Padang Panjang dan Solok.

Segmen Sianok mempunyai kecepatan pergeseran 23 mm/tahun dengan tipe pergeseran strike-slip (mendatar).

Hasil monitoring BMKG Padang Panjang mencatat adanya 4 (empat) kali gempa bumi susulan. Dari 4 gempa bumi susulan tersebut : 2 (dua) kali gempa bumi susulan dapat ditentukan parameternya dan 2 gempa bumi susulan tidak dapat ditentukan parameternya dikarenakan kekuatannya terlalu kecil.

Sehubungan dengan kejadian gempa bumi disekitar Bukittinggi dan Panjang Panjang tersebut, BMKG Padang Panjang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempa bumi setiap saat dapat terjadi.(Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top