Pendidikan

Seorang Siswa di SMA Pembangunan Bukittinggi Ikuti UNBK dengan Pengawalan Polisi

HaloBukittinggi : Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama tingkat SMA dan MA di Kota Bukittinggi, seorang siswa terduga kasus pelecehan seksual anak dibawah umur, yang berasal dari salah satu SMA Swasta berinisial RH (21), terpaksa mengikuti UNBK dibawah pengawasan ketat Satuan Reserse dan Kriminal, karena berstatus tahanan titipan di Mapolres Bukittinggi.

Demikian disampaikan Kepala Sma Pembangunan Bukittinggi Eddy Mulyono, dan selanjutnya mengatakan, siswa bersangkutan terlibat kasus itu sekitar bulan Februari 2017 lalu, dan saat ini sedang mengikuti proses hukum oleh Polres Bukittinggi, namun karena masih berstatus siswa yang datanya telah tercatat, maka diizinkan mengikuti unbk sambil dikawal pihak kepolisian.

“Untuk proses izin siswa ini, pihak sekolah sebelumnya mengirimkan surat pada Polres Bukittinggi, agar siswa bersangkutan diberikan kesempatan mengikuti UNBK, dan mengingat ujian nasional kali ini memakai komputer, maka dari itu siswa dimaksud harus ujian di sekolah asal, karena di kantor polisi tidak ada komputer khusus yang dapat digunakan untuk UNBK,” jelasnya, Senin (10/3/2017).

Menurut Eddy Mulyono, siswa bersangkutan dibawa ke sekolah untuk mengikuti UNBK yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari atau hingga Kamis 13 April 2017 mendatang, dan selama UNBK berlangsung siswa ini dijaga ketat petugas kepolisian, selesai ujian dibawa kembali ke Mapolres, dan dengan usianya yang telah mencapai 21 tahun, merupakan kesempatan terakhir baginya mengikuti ujian nasional.

“Keterlibatan siswa itu dalam kasus dugaan pelecehan seksual anak dibawah umur ini sebelumnya tidak terduga oleh pihak sekolah, karena dari sikap dan perilaku kesehariannya terlihat biasa seperti anak lainnya, namun saat mendengar kabar itu pihak sekolah tidak dapat berbuat banyak, dan menyerahkan kasus nya pada pihak kepolisian,” terangnya.

Secara umum diluar kasus itu ujar Eddy Mulyono, UNBK di SMA Pembangunan Pembangunan pada hari pertama ini berjalan dengan aman dan lancar, ke 137 siswa hadir, mereka terbagi dalam tiga shift, dalam dua ruangan yang berisikan 16 dan 36 komputer, tidak ada kendala server maupun pemadaman listrik.

Eddy Mulyono berharap, kasus ini menjadi pelajaran bagi siswa lainnya, maka dari itu diminta kepada seluruh siswa untuk meningkatkan keimanan, menjaga norma agama dan adat istiadat, tidak melakukan perbuatan yang diluar batas kewajaran dalam status sebagai seorang siswa. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top