Pendidikan

Pemilihan Ketua OSIS di SMA 4 Bukittinggi Menggunakan Surat Suara, TPS, dan Tinta

Untuk pertama kalinya di Bukittinggi pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dilaksanakan secara demokrasi layaknya Pemilihan Umum yang dilaksanakan di Republik Indonesia.

Hal itu terlaksana siang tadi di SMA Negeri 4, yang diikuti seluruh pelajar di sekolah itu, tampak ratusan siswa berbaris memasuki ruangan kelas yang dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pemilihan Umum ini untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2017 yang langsung dibimbing KPU Bukittinggi, sehingga memiliki tahapan seperti layaknya Pemilu yang biasa kita ikuti.

Koordinator Divisi Teknis KPU Bukittinggi, Yasrul mengatakan, seluruh tahapan jelang Pemilu, mengadopsi sistem pemilihan yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) lengkap dengan 2 TPS berikut segala atribut pemilu seperti bilik suara, tinta maupun alat coblos serta kotak suara.

“Semuanya, lengkap tahapannya, bahkan sebelum hari ini juga dilakukan debat kandidat, yang berlangsung sangat menarik, hal ini juga untuk menguji kematangan pola pikir siswa yang siap menjadi pemimpin di organisasi sekolah,” ujarnya, Senin (9/1/2017).

Yasrul menambahkan, saat melakukan pemilihan, siswa diberikan waktu sekitar 10 menit oleh pihak sekolah untuk memasuki TPS, setelah itu siswa antri diberikan surat suara, sehingga berhak turut serta melakukan pemilihan.

“Pelajar diharuskan mencoblos salah satu pasang calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS dari lima pasang calon yang bersaing. Setelah itu kertas suara yang telah dicoblos dalam bilik suara dimasukkan dalam kotak suara,” jelasnya.

Selanjutnya sambung Yasrul, pemilih pun diharuskan mencelupkan tangan ke dalam tinta yang telah disediakan sebagai tanda bukti telah memilih, sehingga mekanismenya memang sama persis dengan Pemilu presiden atau kepala daerah.

Pada kesempatan yang sama Koordinator Divisi Perencanaan dan Data KPU Bukittinggi, Benny Azis, mengatakan hal ini merupakan bagian pendidikan demokrasi bagi siswa-siswa pemilih yang berjumlah hampir 900 orang itu.

“Mereka ini kan calon pemilih pada Pemilu mendatang, jadi harus ngerti tentang tahapan dalam proses pemilihan,’’ ulasnya.

Benny Aziz menambahkan, pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS ini merupakan miniatur dari Pemilu tingkat nasional karena semangat demokrasi dan proses penyelenggaraannya hampir sama dengan lazimnya pemilu yang diikuti masyarakat di Indonesia.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top