Pendidikan

Kepala Sekolah SD Al-Azhar Bukittinggi Juara Satu Nasional Kategori Best Practice

Kepala Sekolah Kota Bukittinggi Sumatera Barat kembali mengukir prestasi tingkat nasional melalui Kepala Sekolah, Gantino Habibi yang sehari-hari adalah Kepala Sekolah SD Al-Azhar Kota Bukittinggi.

Habibi berhasil sebagai juara I menyisihkan lebih kurang 500 kepala sekolah lainnya di Indonesia, melalui dua kali seleksi yang cukup ketat setelah lolos 50 besar dan masuk 10 nominasi nasional hingga mencapai juara I Nasional.

Kandidat doktor UNP ini, berhasil meraih penghargaan Best Practice Bagi Kepala Sekolah Tahun 2016 setelah membuat karya tulis berjudul “Program Budaya Literasi (PEDATI)”. Atas prestasi luar biasa ini, Gantino Habibi  mendapatkan hadiah uang sebesar 20 juta dan satu unit laptop yang diserahkan oleh Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional di Hotel Ambara Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016) malam.

Gantino Habibi ketika dihubungi mengucapkan, puji syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran lembaga pendidikan SD Al-Azhar Kota Bukittinggi yang sudah berjuang untuk mendapatkan penghargaan ini.

Tak lupa Habibi juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi yang sudah mensupport  dirinya untuk mengikuti lomba dari seleksi awal hingga masuk nominasi.

“Saya bersyukur bisa meraih prestasi Best Practice Kepala Sekolah Tahun 2016. Saya  menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SD Al-Azhar. Penghargaan ini hasil kerja keras guru dan karyawan SD Al-Azhar. Tak lupa saya juga sampaikan terima kasih kepada  jajaran Diknas Kota Bukittinggi,” ujar Gantino Habibi.

Kepala sekolah yang juga pernah menerima penghargaan nasional berupa Inklusi Award Tahun 2013 ini, menerangkan bahwa dirinya bisa meraih juara I setelah melewati berbagai tingkat seleksi. Mulai mendaftar sebagai peserta dan menyerahkan karya tulis ia harus bersaing dengan lebih kurang 500 peserta kepala sekolah se Indonesia. Lolos dari 50 besar kemudian masuk ke dalam 10 besar nominasi hingga keluar sebagai juara I dengan membawakan karua tulis berjudul Program Budaya Literasi (Pedati).

“Saya harus bersaing dengan 500 lebih kepala sekolah yang menyerahkan karya tulisnya kepada Kemendikbud. Seleksi pertama saya bisa masuk 50 besar dan berhasil masuk nominasi 10 besar secara nasional. Saya optimis bisa meraih penghargaan ini dengan karya tulis perogram budaya literasi yang disingkat dengan Pedati,  namun keluar sebagai juara I ini merupakan anugerah bagi saya,” tukasnya.

Lomba penulisan best practice kepala sekolah dan pengawas diadakan untuk memberikan motivasi kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan manajerial, supervisi dan kewirausahaan dalam melaksanaan tugasnya. Disamping itu, kegiatan lomba ini diadakan dalam rangka Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2016. Ia menjelaskan pula bahwa disamping menerima hadiah, dirinya juga diundang khusus untuk mengikuti upacara Hari Guru di Jakarta tanggal 25 November 2016.

“Lomba ini untuk melihat apa kegiatan atau praktek literasi yang sudah dilakukan di sekolah Al-Azhar Kota Bukittinggi. Alhamdulilah kami sudah lama membuat konsep kegiatan literasi berupa membaca dan menulis. Dan inilah hasil dari kerja keras guru dan karyawan yang kami peroleh berupa penghargaan dan sekaligus undangan mengikuti upacara Hari Guru Nasional di Jakarta,” tukasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top