Kesehatan

Aisyah Bukittinggi Optimalkan Program Pengendalian Tuberkolosa

HaloBukittinggi : Dalam rangka peringatan hari Tuberkolosa (TB) setiap tanggal 24 Maret, ada beberapa rangkaian kegiatan yang diangkatkan oleh Aisyiah Bukittinggi selaku sub sub recipient dari global fund yang mendorong dinas kesehatan dan masyarakat untuk pengendalian TB.

Wakil Ketua Aisyiah Bukittinggi dr Rahmi Yetti, Rabu (22/3/2017), menjelaskan, kegiatan peringatan Hari TB di Bukittinggi dilaksanakan dalam tempo satu bulan, mulai dari 6 Maret hingga 6 April 2017.

“Kegiatan  berupa aksi ketuk pintu, seminar, talk show on air di media elektronik termasuk di RRI Bukittinggi, seminar TB, lomba mewarnai si TB oleh orang tua dan anak , dan di acara puncak dengan jalan santai atau senam sehat yang di lakukan live streaming seluruh indonesia,” ulasnya.

Menurut Rahmi Yetti, kegiatan yang  juga dilakukan serentak seluruh Indonesia adalah Aksi ketuk pintu dilakukan oleh 24 kader terpilih. Aisyiah  Bukittinggi telah mempunyai 48 kader TB HIV, yang bekerja menjaring pasien yang di curigai TB dan mendorong untuk melakukan pengobatan.

“Kegiatan ini berlangsung 2 minggu, di mulai 6 Maret hingga 19 Maret 2017 ini dan setiap kader menaiki atau mendatangani 10 rumah setiap hari untuk sosialisasi dan penjaringan kasus,” terangnya.

Kegiatan Peringatan Hari TB sedunia di peringati setiap 24 maret setiap tahun,sesuai dengan tanggal penemuan kuman TB oleh Robert Koch. TB atau tuberkulosa adalah penyakit menular yang umumnya ditemui di masyarakat terutama golongan bawah, yang berkenaan dengan rendahnya gizi dan keadaan sosio ekonomi yang rendah.

“Aisyiah Bukittinggi adalah perpanjangan tangan dari dinas kesehatan dalam pencegahan TB, peringatan hari TB dimulai dengan aksi ketuk pintu untuk sosialisasi TB di rumah-rumah, sambil mendapatkan kasus tersangka TB, sehingga kasus TB dapat di obati,” terangnya.

Aisyiah merupakan organisasi perempuan Muhammadyiah, yang perjuangannya berdasarkan spirit AL-Maun. Spirit surat AL-Maun ini menjadi dasar perjuangan Aisyiah, yang sangat memperhatikan kaum Mustadh’affin, kaum dhuaffa, serta anak yatim dan anak terlantar, dan berbuat kebaikan buat lingkungan dan diri sendiri.

Rahmi Yetti menambahkan, 24 kader terpilih dari 48 kader TB HIV yang ada di Aisyiah Bukittinggi, telah membagikan perlengkapan untuk sosialisasi. Ditargetkan untuk setiap harinya 24 kader akan mengetuk pintu rumah masyarakat sebanyak 240 rumah, yang nantinya selama kegiatan diharapkan di dapatkan rekor MURI karena aksi ini dilakukan serentak seluruh indonesia.

“Dasar perjuangan inilah yang menyebabkan pimpinan pusat Aisyiah menerima tanggung jawab untuk menurunkan angka kejadian TB dan HIV yang ditawarkan oleh Global Fund serta Kementrian Kesehatan, menjadi Principal Resipien utk kegiatan penanggulangan TB di Indonesia,” tukasnya.

Aisyiah Bukittinggi tahun ini di berikan beban untuk kegiatan ini, bersama dengan tiga Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Barat, meliputi Kota Solok, Kota Padang, dan Kabupaten Padang Pariaman, dan di Bukittinggi sendiri telah memiliki 48 kader TB dan HIV, dan telah bergerak di 24 Kelurahan se Kota Bukittinggi. (Dipra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top