Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Optimalkan Program Berantas DBD

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan komit mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Sekretariat daerah Kota Bukittinggi Yuen Karnova, Senin (29/8/2016), mengatakan, berdasarkan analisa kasus DBD di Indonesia, kasus tertinggi terjadi pada Januari hingga Maret 2016, lalu bulan-bulan selanjutnya mengalami penurunan, namun akan meningkat kembali pada Oktober hingga Desember sehingga perlu dilakukan upaya persiapan atau pencegahan lebih awal.

“Dalam kurun empat tahun terakhir, kasus DBD di Indonesia itu tergolong tinggi karena melebihi batas kasus yang dibolehkan terjadi yaitu 55 per 100.000 penduduk. Begitu juga di Kota Bukittinggi, dari Januari hingga April 2016, ditemukan 84 kasus yang terdiri dari demam dengue (DD), demam berdarah dengue (DBD) dan syock syndrome dengan dua kasus kematian,” tukasnya.

Selain itu sambung Yuen Karnova, pada 2014 dan 2015, pemetaan kasus DBD menunjukkan, penyakit itu telah terjadi di hampir setiap kelurahan di Bukittinggi atau dengan arti kata masuk kategori endemik DBD.

Dilain kesempatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli mengatakan, menjelaskan, penyakit DBD menjadi salah satu masalah prioritas dalam program penanggulangan penyakit menular di daerah itu.

.”Hal ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak ada peningkatan pada waktu selanjutnya,” ujarnya.

Menurut Syofia Dasmauli, pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan upaya pencegahan dengan merujuk pada petunjuk Kementerian Kesehatan dan Perwako Bukittinggi Nomor 55 Tahun 2014 Tentang Pengendalian DBD.

“Upaya pencegahan tersebut di antaranya, pemberdayaan siswa sekolah dasar (SD) melalui program Kader Mandiri pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemantauan jentik secara berkala melalui kader, penyuluhan, pengasapan dan evaluasi program dengan melibatkan rumah sakit dan lintas sektor,” ujarnya.

Namun yang menjadi kendala saat ini tukas Syofia Dasmauli, dukungan atau peran lintas sektor terkait belum berjalan optimal dan kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungan sendiri masih kurang.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top