Kesehatan

TPK IASMA Satu Landbouw Bukittinggi Gelar Operasi Katarak Gratis Tahap Kedua

Tim Peduli Kemanusiaan (TPK) IASMA 1 Landbouw Bukittinggi, Sabtu 27 Agustus 2016 kembali melaksanakan Operasi Katarak Gratis (OKG) Ke 7 tahap dua di RSUD Lubuak Basuang.

Ketua Pelaksana OKG ke 7 dari angkatan 90 Ulya Maksum mengatakan, program operasi katarak gratis ini merupakan agenda rutin TPK IASMA 1 Landbouw Bukittinggi. Untuk tahun ini OKG pertama telah dilakukan pada tanggal 19 hingga 20 Agustus 2016 di Rumah Sakit Yarsi (Ibnu Sina) Bukittinggi, dan tahap kedua pada 26 dan 27 Agustus 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.

“OKG tahap pertama kita telah menjaring 131 pasien dan telah berhasil mengoperasi 38 pasien yang dinyatakan lulus uji kesehatan. Dan untuk tahap kedua baru 21 pasien yang terdata dan tengah melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Digelarnya operasi tahap kedua di Lubuak Basuang itu tukas Ulya Maksum, bertujuan untuk penderita katarak di wilayah Agam Barat yang tidak bisa datang pada operasi katarak pertama di kota Bukittinggi.

“Kita khusus gelar yang kedua ini di Lubuk Basung, agar penderita katarak wilayah Agam Barat juga bisa mengikuti program OKG,” jelasnya.

Salah seorang pasien katarak, Sumiarti yang berasal dari Banda Baru, Kanagarian Lubuk Basung Kabupaten Agam, mengaku senang dengan program operasi gratis yang diadakan IASMA 1 Landbauw ini. Gejela katarak sudah dirasakan sejak 2 tahun lalu, namun masih belum sanggup untuk dioperasi karena masalah biaya.

“Saya merasa senang dengan program OKG ini, mudah-mudah kedepan TPK- IASMA dapat membantu lebih banyak lagi penderita Katarak yang kesulitan biaya seperti saya,” ujarnya.

Pada tahun 2010 lalu pasien yang mengikuti operasi katarak gratis ini 38 orang, tahun 2011 naik menjadi 41 orang, pada tahun 2012 terjadi lonjakan yang signifikan pasien mencapai 96 orang, tahun 2013 meningkat menjadi 129 orang. Kemudian pada tahun 2014 sebanyak 120 orang, dan tahun 2015 lalu turun menjadi 104 orang.

Kedepan Tim Peduli Kemanusiaan (TPK) IASMA 1 Landbauw Bukittinggi akan lebih fokus juga kepada sosialisasi pentingnya masyarakat tahu terhadap jenis dan level penyakit katarak yang mesti segera dilakukan operasi.

 “Kita akan lebih sosialisaikan ini, tentu perlu dukungan bantuan dari pihak lain, pasalnya itu harus benar-benar dipahami oleh penderita katarak,” tukas Ulya Maksum.

Sementara itu Bupati Agam Indra Catri yang juga angkatan 79 di SMA Negeri Satu Bukittinggi sangat mengapresiasi kegiatan di bidang kemanusiaan ini, sekarang sudah kegiatan yang ketujuh kalinya, dan hal itu menandakan konsistensi dari alumni yang mempunyai niat meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Sebagai almamater, saya sangat bangga dengan semangat para alumni yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan waktu, serta dari kegiatan yang digelar sebelumnya terbukti sangat membantu masyarakat terutama bagi penderita katarak secara umum di Sumatera Barat khusus nya di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi,” jelasnya.(Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top