Ekonomi

Pemko Bukittinggi Siapkan Aksi Kendalikan Inflasi

HaloBukittinggi : Tim Pemantau dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bukittinggi komit untuk menstabilkan perekonomian, dengan target dapat menjaga inflasi daerah tidak meningkat, yang dapat mempengaruhi daya beli konsumen, dan juga menyebabkan semakin meningkatnya angka kemiskinan.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Bukittinggi, Rismal Hadi, mengatakan, Kota Bukittinggi menduduki posisi 10 besar di pulau Sumatera sebagai daerah dengan angka inflasinya cukup tinggi. Sejauh ini. Komoditi penyumbang inflasi berasal dari bahan pangan, seperti cabe dan bawang, daging sapi dan daging ayam, telur, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara dan biaya sekolah.

“Untuk bisa mengerem peningkatan angka inflasi di Bukittinggi, melalui tim pemantau dan pengendalian inflasi daerah (TPID) pemerintah dapat mengendalikan dan menstabilkan perekonomian kota,” jelasnya, Rabu (7/6/2017).

Menurut Rismal Hadi, berbagai usaha telah dilakukan oleh TPID untuk mengatasi persoalan inflasi selama ini, mulai dengan membuat kebijakan dalam pengendalian inflasi, melakukan survey ke wilayah pasar, antisipasi bahan pangan pokok strategis, pengadaan pasar murah, serta mensosialisasikan perilaku hidup sehat. Belilah barang sesuai dengan kebutuhan jangan keinginan.

“Untuk mewujudkan stabilitas ekonomi, TPID bertanggungjawab dalam penataan pasar dan keseimbangan pangan. Hal itu dibuktikan dengan adanya kegiatan survey pasar, serta menyiapkan rencana aksi pengendalian inflasi di daerah pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriah,” terangnya.

Rismal Hadi menambahkan, ada sempat langkah rencana aksi disiapkan sesuai rekomendasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat, sebagai antisipasi karena biasanya harga kebutuhan masyarakat di pasaran jelang Ramadhan meningkat dari hari biasanya.

“Langkah yang disiapkan TPID itu diantaranya, ketersediaan pasokan barang, stabilitas harga, kelancaran distribusi dari produsen ke konsumen, serta penerapan pola komunikasi antara pedagang dengan masyarakat sebagai pembeli,” ulasnya.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok sambung Rismal Hadi, TPID akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional, termasuk menggelar operasi pasar guna menekan kenaikan harga.

Dalam menjaga kebutuhan masyarakat ini, TPID Bukittinggi juga menjalin komunikasi dengan daerah tetangga, sehingga produksi barang di daerah lain juga tidak berkurang saat sampai di Kota Bukittinggi, karena kebutuhan masyarakat ini pada umumnya banyak berasal dari daerah tetangga, terutama Kabupaten Agam. (Dipra)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top